ASSA Genjot Volume Pengiriman, AnterAja Bakal IPO?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) tengah menggenjot kinerja lini bisnis logistik-nya, AnterAja. Bahkan, Presiden Direktur ASSA, Prodjo Sunarjanto mengatakan AnterAja direncanakan untuk go public (initial public offering/IPO).

Pernyataan itu menyusul kabar IPO oleh sejumlah perusahaan logistik, seperti J&T dan SiCepat dengan valuasi masing-masing USD 5 miliar dan USD 744 juta.

"SiCepat itu mungkin delivery nya kira-kira 1,2 juta parcel per day. Itu valuasi-nya sudah sekitar USD 744 juta. Kemudian J&T IPO dengan valuasi USD 5 miliar," kata dia dalam public expose live, Selasa (7/9/2021).

Prodjo mengungkapkan banyak pihak yang menyatakan minatnya terkait rencana IPO AnterAja. Namun, Perseroan masih akan lebih dulu fokus untuk mengembangkan bisnis AnterAja.

"Jadi kalau ASSA sebenarnya sudah banyak yang berminat, kapan IPO. Ya pasti, lah. One day kita pasti akan IPO-in AnterAja. Tapi kita lagi build up volume, ya. Jadi kita lagi build up the business-nya. Kita harapkan dalam waktu dua tahun itu target kita dua juta padcel per day," ujar Prodjo.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, Perseroan membukukan pendapatan Rp 2,11 triliun. Naik 50,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,4 triliun. Kontribusi pendapatan pada periode ini paling banyak berasal dari lini bisnis AnterAja mencapai 47 persen atau Rp 982,3 miliar. Dari tahun lalu yang hanya 19 persen.

"Yang paling menonjol adalah pertumbuhan dari bisnis Anteraja delivery ini jadi kontributor terbesar di topline ASSA," ujar Prodjo.

Dari raihan itu, laba bersih yang bisa didistribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh sekitar 68,9 persen atau Rp 73 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 43 miliar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham ASSA

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Selasa, 7 September 2021, saham ASSA turun 2,24 persen ke posisi Rp 2.620 per saham. Saham ASSA dibuka stagnan di Rp 2.680.

Saham ASSA berada di level tertinggi Rp 2.720 dan terendah Rp 2.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.200 kali. Total volume perdagangan 105.700. Nilai transaksi Rp 27,9 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel