Assessment adalah Penilaian, Ketahui Bentuk dan Bedanya dengan Evaluasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Assessment adalah kata yang sering terdengar di sekolah. Tes dan makalah dapat menjadi alat assesment. Assessment adalah proses yang dilakukan untuk melihat apa yang diketahui, dipahami, dan mampu dilakukan seseorang terhadap pengetahuan tertentu.

Assessment adalah bagian yang sangat penting untuk melacak kemajuan dan merencanakan langkah selanjutnya. Di bidang akademik, assesment adalah salah satu cara untuk mendukung pembelajaran. Assessment adalah cara terbaik untuk memahami kedalaman dan keluasan pembelajaran.

Hasil dari assessment adalah bukti dari kemajuan dan perkembangan seseorang. Assessment adalah penilaian yang berlangsung sebagai bagian dari pembelajaran dan pengajaran yang berkelanjutan. Berikut pengertian tentang assessment yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (15/1/2022).

Apa itu assesment?

Ilustrasi mencatat (Copyright Pexels by Oleg Magni)
Ilustrasi mencatat (Copyright Pexels by Oleg Magni)

Assessment adalah penilaian. Assessment adalah jenis penilaian yang digunakan untuk mengukur apa yang diketahui atau telah dipelajari seseorang. Ada banyak pengertian tengan assesment. Tapi, secara umum, assesment berarti sebuah penilaian.

Assessment adalah proses mengumpulkan dan mendiskusikan informasi dari berbagai sumber untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang apa yang siswa ketahui, pahami, dan dapat lakukan dengan pengetahuan mereka sebagai hasil dari pengalaman pendidikan.

Menurut KBBI, assessment adalah kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya untuk memperoleh gambaran tentang kondisi individu dan lingkungannya sebagai bahan untuk memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan.

Assessment dalam akademik

Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)
Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)

Assessment adalah dasar sistematis untuk membuat kesimpulan tentang pembelajaran dan perkembangan siswa. Ini adalah proses mendefinisikan, memilih, merancang, mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan pembelajaran dan pengembangan siswa.

Assessment melibatkan penggunaan data empiris pada pembelajaran siswa untuk memperbaiki program dan meningkatkan pembelajaran siswa. Assessment dapat memfasilitasi perbaikan melalui berbagai tempat.

Dari waktu ke waktu, guru akan menilai kemajuan dan pencapaian siswa agar dapat merencanakan ke depan dan mencatat serta melaporkan kemajuan. Ini akan membantu memastikan bahwa kemajuan mereka berada di jalur yang benar dan bahwa setiap tindakan yang diperlukan diambil untuk mendukung pembelajaran mereka.

Bentuk assessment

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Julia

Dalam pelaksanaannya, ada sejumlah bentuk assesment yang bisa dilakukan. Bentuk assessment adalah:

Assessment tertulis

Assessment tertulis adalah tes yang diberikan di atas kertas atau di komputer. Seorang peserta assessment yang mengikuti assessment tertulis dapat menanggapi item tertentu dengan menulis atau mengetik pada formulir atau dokumen terpisah.

Assessment lisan

Assessment lisan adalah tes yang dijawab secara lisan (verbal). Penilai assessment lisan akan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada peserta, yang kemudian akan menjawabnya dengan menggunakan kata-kata.

Assessment kinerja

Assessment kinerja adalah penilaian yang mengharuskan peserta ujian untuk benar-benar melakukan tugas atau aktivitas, daripada hanya menjawab pertanyaan yang mengacu pada bagian tertentu. Tujuannya adalah untuk memastikan kemantapan yang lebih besar terhadap apa yang sedang diuji. Contohnya adalah tes mengemudi di belakang kemudi untuk mendapatkan SIM. Daripada hanya menjawab soal-soal pilihan ganda sederhana tentang mengemudikan mobil, seorang siswa diminta untuk benar-benar mengemudikannya saat sedang dievaluasi.

Tujuan assessment

Ilustrasi Menulis  Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Ylanite

Assessment dapat memfasilitasi perbaikan melalui berbagai tempat. Menurut Arikunto, tujuan umum assessment adalah untuk menentukan seberapa banyak indikator kompetensi yang telah direncanakan telah tercapai. Adapun tujuan lainnya adalah sebagai berikut:

- Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu

- Memperoleh data yang relevan, obyektif, akurat, dan komprehensif tentang kondisi suatu kondisi

- Menentukan kebutuhan pembelajaran

- Membantu dan mendorong siswa

- Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik

- Menentukan strategi pembelajaran

- Akuntabilitas lembaga

- Meningkatkan kualitas pendidikan

- Menentukan layanan yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususnya serta untuk memonitor kemajuannya.

Dalam perusahaan, assessment dimaksudkan untuk memberikan pandangan pada manajer dengan dasar untuk pengambilan keputusan. Assessment juga harus memberikan jawaban kepada penyandang dana atas pertanyaan tentang apa yang mereka dapatkan dari uang mereka. Assessment akan memberikan informasi kepada pemangku kepentingan lainnya tentang organisasi.

Beda assessment dan evaluasi

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Kaboompics
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Kaboompics

Assessment dan evaluasi tidaklah sama. Ada perbedaan antara assessment dan evaluasi dalam pelaksanaannya. Assessment adalah proses sistematis mendokumentasikan dan menggunakan data empiris untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, sikap dan keyakinan. Dengan mengambil assessment memperbaiki jalan siswa menuju pembelajaran.

Sementara evaluasi berfokus pada nilai dan mungkin mencerminkan komponen kelas selain konten kursus dan tingkat penguasaan. Evaluasi dapat digunakan sebagai tinjauan akhir untuk mengukur kualitas pengajaran. Ini berorientasi pada produk. Artinya pertanyaan utamanya adalah: “Apa yang telah dipelajari?” Singkatnya, evaluasi bersifat menghakimi.

Selain perbedaan, ada juga beberapa persamaan antara penilaian dan evaluasi. Keduanya membutuhkan kriteria, menggunakan ukuran dan didorong oleh bukti.

Contoh, seseorang telah memberi bunga pada temannya

Evaluasi: “Bunganya ungu dan terlalu pendek dengan daun yang tidak cukup.”

Pada contoh ini, evaluasi bersifat menghakimi.

Assessment: “Saya akan memberi bunga itu air untuk meningkatkan pertumbuhannya.”

Pada contoh ini, assessment meningkatkan kualitas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel