Astaga! Polisi Periksa Video Mesum Siswa di Madiun, Hubungan Intim di Warnet

REPUBLIKA.CO.ID,  MADIUN-- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota menyatakan telah memeriksa pelaku video mesum yang melibatkan dua pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA), berdurasi 12 menit 50 detik di wilayahnya.

"Kedua pelaku sudah diketahui identitasnya dan sudah diambil keterangannya oleh anggota dari Satuan Reskrim Polres Madiun Kota. Keduanya memang masih dibawah umur," ujar Kapolres Madiun Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan Jayamarta, Senin.

Menurut Adi, kedua pelaku memang pelajar dari dua SMA favorit di Kota Madiun. Namun, berdasarkan informasi dari orang tua bersangkutan, keduanya telah dipindahkan dari dua sekolah favorit tersebut. Untuk pelaku laki-laki berinisial A dan pelaku perempuan berinisial D.

"Keduanya saat ini masih berstatus sebagai terperiksa. Karena masih dibawah umur, kami tidak melalukan penahanan. Dan meski tidak ditahan, proses hukum terus berlanjut. Saat ini kami masih memburu siapa perekam video tersebut," terang Adi.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi, kedua pelaku mengakui jika telah melakukan hubungan intim seperti yang terlihat dalam video. Hanya saja tidak vulgar dan masih mengenakan seragam sekolah.

Selain telah memeriksa kedua pelaku, polisi juga telah mengetahui lokasi warung internet (warnet) yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) video mesum tersebut direkam. Berdasarkan informasi dari kepolisian, lokasi warnet tersebut berada di Jalan Setia Budi, Kota Madiun, bernama "Greefit.net".

Sebelumnya, video mesum yang pelakunya melibatkan pelajar SMA beredar di wilayah Kota Madiun. Video berdurasi 12 menit 50 detik tersebut menampilkan adegan sepasang kekasih yang diduga sedang melakukan hubungan intim, tanpa melepas seragam sekolah di bilik salah satu warnet di Kota Madiun.

Video tersebut terlihat diambil dari bilik warnet sampingnya, karena dalam gambar menunjukkan seperti direkam dari lubang penyekat bilik. (T.pso-072)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.