Astaga, SBY Salah Tangkap Pertanyaan Wartawan Asing

Laporan Wartawan Tribunnews.com Nurfahmi Budi

TRIBUNNEWS.COM, BALI - TERNYATA kesalahan menangkap arti sebuah pertanyaan terjadi juga di leveL kepresidenan. Hal ini terjadi pada diri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, saat bertanya jawab dengan para jurnalis peliput Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN dan Asia Timur, Sabtu (19/11/2011) petang WIta, di Ballroom Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC).

Kejadian itu menimpa SBY, saat seorang wartawan dari Al Jazeera menanyakan tentang betapa sulitnya wartawan asing masuk ke Papua, guna meliput apa yang sesungguhnya terjadi di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Alih-alih menjawab sesuai dengan koridor yang diinginkan sang jurnalis wanita tersebut, ayah dari Agus Harimurti dan Edhie Baskoro alias Ibas tersebut malah menjelaskan tentang keputusannya yang tidak pernah membedakan asal wartawan, baik berkelas nasional maupun internasional.

"Tidak ada diskriminatif policy, saya tidak pernah membedakan mana wartawan asing dan internasional," ujar SBY. Karuan, jawaban tersebut membuat hampir seluruh wartawan yang hadir kebingunan dan saling menatap, berkomentar dan tak percaya ada miss link.

Sebelumnya, SBY juga sempat kesulitan kala menjawab pertanyaan wartawan asal Australia. Kali ini, bahasa Inggris yang dilafalkan wartawan cowok Aussie tersebut memang terlalu cepat. SBY sampai butuh penerjemah untuk memberikan pengertian tentang pertanyaan tersebut, yang sejatinya ingin meminta komentar sang presiden terkait penempatan tentara AS di Australia

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.