Astagfirullah.. Toko Komik Porno di Aceh Ternyata Milik Seorang Dosen

REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH - Personel Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe bersama aparat Polsek Banda Sakti menyita ribuan komik berisi gambar porno alias bakhee dari sebuah toko di Jalan Darussalam.

Ironisnya, pemilik toko yang ditangkap polisi itu ternyata seorang terpelajar dari kalangan akademisi dengan inisial R. Seperti dikutip situs harian-aceh, lelaki berusia 35 tahun itu merupakan dosen tata niaga di sebuah politeknik di Lhokseumawe. Akibat tindakannya tersebut, lelaki lulusan universitas terkemuka di tanah air itu harus meringkuk di balik jeruji besi.

Toko komik porno milik dosen tersebut digerebek pada Selasa (26/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Malam itu juga petugas menggelandang paksa sang dosen guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Aceh, terbongkarnya peredaran bacaan esek-esek tersebut bermula dari pengaduan warga ke Wilayatul Hisbah.

Atas laporan tersebut, pengawas syariat Islam itu berkoordinasi dengan Polsek Banda Sakti. Lalu, petugas bergerak ke titik sasaran dan menemukan komik porno berserakan dan tersimpan rapi di tiga kardus besar.

Sang dosen terancam dijerat Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan pasal 282 KUHP tentang kejahatan kesopanan dengan ancaman dua tahun penjara. R mengakui dirinya bersalah menjual dan mengedarkan barang-barang terlarang ke berbagai kalangan. Dia berharap semua pihak memaafkannya.

Ia berjanji takkan mengulangi perbuatannya. “Saya salah. Saya akui semuanya itu. Saya benar-benar minta maaf. Dan, sekali lagi ampuni saya,” pintanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.