Ayah di Arab Saudi Perkosa Dua Anak Perempuannya

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH - Seorang perempuan Arab Saudi yang pergi ke rumah sakit bersama ibunya tiba-tiba tertegun. Pangkalnya, rasa nyeri yang dialaminya belakangan ini di sekitar perut merupakan pertanda bahwa dirinya positif hamil.

Kaget mendengar anak gadisnya hamil, sang ibu langsung menanyakan siapa ayah dari janin yang dikandungnya itu. Kaget bukan kepalang, sang Ibu mendengarkan anak gadisnya itu menceritakan bahwa, yang telah menghamilinya adalah ayah kandungnya sendiri.

Ketika mendengar cerita tersebut, sang ibu hampir runtuh. Sebab, tidaknya hanya anak perempuannya yang berumur 30 tahun tersebut digagahi bapaknya sendiri. Melainkan adiknya yang berumur dua tahun lebih muda, yakni 28 tahun, juga ikut diperkosa ayah kandungnya.

Dokter di rumah sakit yang berada di kota barat Makkah, yang memeriksa gadis itu mencoba untuk meyakinkan sang gadis dan ibunya bahwa tidak ada yang salah dengan anaknya itu. Rasa sakit yang dialami sang gadis saat ini adalah karena ia hamil.

"Putri saya, yang belum menikah, mengatakan kepada saya, yang membuat saya terkejut, bahwa dia telah diperkosa oleh ayahnya di ruang tamu rumah selama lima bulan terakhir ... ia juga mengatakan adiknya juga telah diperkosa oleh ayahnya," ujarnya kepada harian Arab Sabq Ahad (16/10).

Surat kabar itu mengatakan sang ibu langsung melaporkan tindakan biadab suaminya itu ke polisi. Dan tak lama kemudian kepolisian setempat menahan pria berumur 56 tahun itu.

"Sang ayah diketahui merupakan pecandu narkoba dan polisi kini menyelidiki kasus tersebut dan menunggu tes DNA sebelum mengajukan tuduhan terhadap dirinya."

BACA JUGA:
Toko yang sengaja menjual perempuan
Apa isi buku panduan Klub Istri Patuh?
Praktik poligami yang unik dan langka di Bhutan
GALERI: Pernikahan kerajaan di Bhutan
Dokter Perancis tewas di perairan Nusa Penida

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.