Asteroid 2020 VP1 Dekati Bumi dan Berhasil Difoto

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAAsteroid 2020 VP1 telah melakukan pendekatan dengan Bumi pada 11 November lalu. Jaraknya hanya setengah dari jarak Bumi dan Bulan yang membuat astronom bisa mengabadikan pemandangan langka tersebut.

Dikutip dari situs Express, Jumat, 13 November 2020, para ahli di Virtual Telescope Project berhasil mengambil gambar asteroid tersebut saat melewati Bumi. Asteroid 2020 VP1 memiliki lebar 18 meter dengan jarak terdekat 180 ribu kilometer.

Baca: Asteroid Ini Bisa Bikin Kaya 7 Turunan

Virtual Telescope membuat sebuah prestasi yang mengesankan karena berhasil memotret asteroid berukuran kecil dari jarak jauh. Asteroid ini ditemukan hanya satu hari sebelum melewati Bumi oleh satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA).

Pengamatan NASA menunjukan batu luar angkasa itu melaju dengan kecepatan 21,8 kilometer per detik atau lebih dari 78 ribu kilometer per jam. Memotret Asteroid 2020 VP1 membuat astronot bisa menggunakan data tersebut untuk mempelajari lebih lanjut tentang orbit dari batuan luar angkasa tersebut.

"Beberapa jam yang lalu, Asteroid 2020 VP1 mendekati Bumi yang memiliki pendekatan yang sangat dekat tapi relatif aman terhadap planet kita. Jaraknya pun masuk ke dalam kategori minimum, atau sekitar 184 ribu kilometer atau 0,48 kali jarak rata-rata dari Bulan," menurut keterangan resmi Virtual Telescope.

Mereka mengaku berhasil mencitrakannya sehingga berguna menghitung orbit ke depannya. Pada saat foto pencitraan, Asteroid 2020 VP1 berada pada jarak 83 ribu kilometer dari Bumi.

Asteroid 2020 VP1 ditemukan oleh Catalina Sky Survey pada 10 November. Ukurannya berkisar 7,9 hingga 18 meter. Mendekati Bumi pada 11 November lalu dan tidak menimbulkan risiko atau ancaman terhadap Bumi.

Pada pertengahan Oktober lalu, wahana luar angkasa Amerika Serikat, Osiris-Rex, telah menyelesaikan manuver untuk mengambil bebatuan pada permukaan asteroid. Sinyal radio dari 330 juta km mengkonfirmasi bahwa wahana itu melakukan kontak dengan asteroid Bennu selebar 500 meter.

Tetapi misi yang dipimpin NASA itu harus menunggu data lebih lanjut dari Osiris-Rex sebelum diketahui dengan pasti bahwa bebatuan itu benar-benar diambil. Tujuannya adalah untuk mendapatkan setidaknya 60 gram, bahkan mungkin lebih dari satu kilogram sampel.