Asteroid "Penghancur Planet" Bersembunyi di Balik Sinar Matahari, Bisa Mengancam Bumi

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekelompok tim astronom internasional berhasil menemukan tiga near-Earth asteroid atau asteroid dekat Bumi yang tersembunyi di balik cahaya Matahari tanpa terdeteksi. Salah satu asteroid yang ditemukan pun berpotensi berbahaya bagi Bumi.

Astronom menjelaskan tiga asteroid itu berasal dari kelompok asteroid yang mengorbit antara planet Bumi dan Venus. Karena berada di antara Bumi dan Venus serta tersembunyi karena cahaya Matahari, maka tiga asteroid itu sulit terdeteksi.

Tetapi karena gerhana Matahari, para astronom berhasil mendeteksi keberadaan tiga asteroid itu.

Tim astronom pun mendeteksi tiga asteroid itu menggunakan Kamera Energi Gelap (DECam) yang terpasang pada Teleskop Victor M. Blanco. Teleskop sepanjang empat meter yang terletak di Cerro Tololo Inter-American Observatory Chili itu berhasil mendeteksi keberadaan asteroid-asteroid itu.

Salah satu asteroid yang dinamakan 2022 AP7 memiliki ukuran sebesar 1.5 kilometer. Ilmuwan yakin kalau asteroid itu akan melewati orbit Bumi di masa depan.

"Survei gerhana kami menjelajahi area di dalam orbit Bumi dan Venus untuk mencari asteroid. Sejauh ini kami telah menemukan dua asteroid besar dekat Bumi yang lebarnya sekitar 1 kilometer, ukuran yang kami sebut pembunuh planet," jelas penulis utama penelitian Scott S. Sheppard, astronom Laboratorium Bumi & Planet dari Carnegie Institution for Science, dikutip dari CNN, Selasa (1/11).

Asteroid-asteroid itu diyakini akan melewati orbit Bumi dalam beberapa abad ke depan. Meski melewati orbit Bumi, namun Sheppard mengatakan asteroid itu tetap berada jauh dari Bumi.

Sheppard menjelaskan asteroid yang besarnya 1 kilometer atau lebih besar akan memiliki dampak kehancuran besar bagi Bumi. Jika asteroid sebesar itu menghantam Bumi, maka debu dan polutan akan memenuhi atmosfer Bumi selama bertahun-tahun. Kepunahan massal akan terjadi setelah hantaman itu.

Dua asteroid lainnya, yaitu 2021 LJ4 dan 2021 PH27 berada di orbit yang jauh lebih aman. Bumi pun tidak terancam dengan keberadaan dua asteroid itu.

Sebelumnya para astronom sering mencari asteroid-asteroid tersembunyi di wilayah tata surya dalam, yaitu pada orbit Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Para astronom pun hanya memiliki waktu 10 menit untuk menghindari cahaya Matahari saat mencari asteroid di wilayah itu.

Teleskop juga harus ditempatkan mengarah ke cakrawala Bumi untuk menangkap asteroid-asteroid tersembunyi.

Pencarian asteroid tersembunyi tidak dapat dilakukan teleskop-teleskop luar angkasa, seperti Hubble dan James Webb sebab sinar Matahari yang berbahaya dapat merusak instrumen-instrumen teleskop. Namun Kamera Energi Gelap mampu membantu astronom untuk mendeteksi asteroid-asteroid tersembunyi itu.

“DECam dapat mencakup area langit yang luas hingga kedalaman yang tidak dapat dicapai pada teleskop yang lebih kecil, memungkinkan kita untuk masuk lebih dalam, menutupi lebih banyak langit, dan menyelidiki Tata Surya bagian dalam dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” jelas Sheppard.

Sebelumnya asteroid dekat Bumi adalah asteroid yang berada sekitar 48.4 juta kilometer dari Bumi. Upaya untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman asteroid-asteroid itu sudah dilakukan Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA).

Kini tim berharap untuk menemukan lebih banyak asteroid pembunuh planet dalam penelitian-penelitian mereka. Para ilmuwan yakin ada sekitar 1.000 asteroid dekat Bumi yang berukuran lebih dari 1 kilometer.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]