Astra Agro Lestari Siapkan Capex Rp 1 Triliun di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk akan mengalokasikan belanja modal (capex) untuk tahun 2021 sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut diperoleh dari keuangan internal, yang akan digunakan untuk perawatan tanaman sawit muda.

“Kalau untuk capex karena situasi pandemi kami tidak muluk-muluk. Kami punya skenario buruk adalah Rp 1 triliun, yang terbesar tentu untuk perawatan tanaman muda dan replanting itu tahun ini kita rencanakan,” kata Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Santosa, dalam Talk to The CEO 2021, Rabu (10/2/2021).

Tapi jika kondisi sudah membaik, dalam arti pandemi covid-19 sudah berakhir, maka Astra Agro akan merevisi alokasi Capex tersebut menjadi Rp 1,5 triliun. Namun, untuk sekarang pihaknya menetapkan Capex Rp 1 triliun saja.

“Kita pakai model skenario sekarang, nggak bisa lagi dengan fluktuasi maupun situasi yang ada saat ini. Kalau seluruh aktivitas yang kita sudah rencanakan bisa jalan mungkin bisa sampai Rp 1,5 triliun dengan berbagai asumsi nya di sana,” jelasnya.

Lebih lanjut ia merinci, dari alokasi Capex Rp 1 triliun itu, sebanyak Rp 700 miliar akan digunakan untuk perawatan tanaman yang belum menghasilkan dan replanting program yang setiap tahun dicanangkan sebanyak 5.000-6.000 hektar.

“Dan total dari tanaman belum menghasilkan di Astra Agro itu kira-kira sekitar 22.000 hektar. Jadi stabil anggaran untuk 20.000-22.000 hektar itu perlu Rp 700 miliar, sisanya itu untuk perawatan rutin,” ujarnya.

Perawatan Rutin

Ilustrasi CPO 4 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Ilustrasi CPO 4 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Ia menegaskan, Astra Agro saat ini hanya melakukan perawatan rutin. Lantaran perusahaan sengaja membatasi kontraktor yang masuk ke dalam kebun.

Adapun perawatan rutin dibutuhkan sekitar Rp 300-400 miliar untuk perawatan jembatan, jalan, perumahan karyawan, dan perawatan-perawatan di pabrik maupun alat-alat kerja.

“Nah kalau kondisi pandemi berakhir nggak tahu kapan, sisanya biasanya untuk pengembangan. Apakah menambah kapasitas, dulu juga pernah memikirkan untuk membuat pemrosesan FAME (Fatty Acid Methyl Ester), untuk suplai biodiesel,” kata Santosa.

Tapi sementara ini Astra Agro menahan dulu untuk tidak mengolah sawit menjadi FAME, hingga kondisi kembali pulih. Karena pihaknya saat ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan perusahaan dan kebun.

“Kita mau tidak ada aktivitas di mana orang luar masuk ke dalam kebun. Karena nanti itu mengganggu kesehatan dan keselamatan karyawan karena ada paparan virus. Jadi itu yang bisa dikatakan kalau sumber dananya,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: