Astra Bakal Hadirkan Produk Lengkap Kendaraan Listrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Astra International Tbk (ASII) berkomitmen untuk turut meramaikan persaingan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Yakni dengan strateginya menghadirkan lini produk atau lineup kendaraan listrik secara lengkap.

"Jadi, mengenai produk terkait dengan kendaraan atau mobil listrik Astra, seperti kita sudah ketahui Astra bersama partnernya memiliki fokus strategi untuk bisa memberikan lini produk atau lineup yang lengkap di sektor elektrifikasi. Termasuk Hybrid Electric Vehicle, Plug-in Hybrid Electric Vehicle, dan Full Battery Electric Vehicle," ujar Direktur Astra Henry Tanoto dalam sesi dalam sesi teleconference RUPST ASII 2021, Kamis (22/4).

Henry mengungkapkan, strategi untuk menghadirkan lini produk kendaraan listrik secara lengkap ini memang sengaja direncanakan oleh perseroan. Hal ini untuk memberikan ragam pilihan kepada masyarakat.

"(Maka) masyarakat Indonesia (bisa) memilih teknologi elektrifikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing," tambahnya,

Saat ini, Astra bersama partnernya sudah memiliki lini produk kendaraan listrik secara lengkap untuk dipasarkan. Diantaranya 8 Hybrid Electric Vehicle, satu Plug-in Hybrid Electric Vehicle, dan satu Full Battery Electric Vehicle.

"Jadi, itu mungkin update dari ev elektrifikasi Astra. Terima kasih," tandasnya.

Sulaeman

Merdeka.com

Penjualan Kendaraan Ambles, Laba Grup Astra Turun 22 Persen di Kuartal I 2021

Foto yang diambil pada 16 November 2015 menunjukan aktivitas perakitan mobil All News Kijang Innova di Pabrik TMMIN Karawang. Mobil baru tersebut akan memberi warna baru pada perkembangan pasar MPV dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Foto yang diambil pada 16 November 2015 menunjukan aktivitas perakitan mobil All News Kijang Innova di Pabrik TMMIN Karawang. Mobil baru tersebut akan memberi warna baru pada perkembangan pasar MPV dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Astra International Tbk mengumumkan laporan keuangan di sepanjang kuartal I 2021. Pada periode tersebut, holding grup Astra memperoleh laba bersih Rp 3,728 triliun, menurun 22 persen secara tahunan (year on year) dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,810 triliun.

Senada, pendapatan bersih perusahaan juga turun 4 persen secara year on year, dari Rp 54,002 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 51,7 triliun di kuartal I 2021.

"Pendapatan dan laba bersih grup Astra pada kuartal pertama tahun 2021 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengingat tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada bulan Maret2020," ujar Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam laporan tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

"Walaupun kinerja usaha grup Astra perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut," tambah Djony.

Pada kuartal I 2021, penjualan mobil secara nasional turun 21 persen menjadi 187 ribu unit. Sementara penjualan mobil Astra ambles 24 persen menjadi 99 ribu unit dengan pangsa pasar menurun dari 55 persen menjadi 53 persen.

Sementara penjualan sepeda motor secara nasional menurun 18 persen menjadi 1.294.000 unit pada triwulan pertama tahun ini. Di sisi lain, penjualan Astra atas sepeda motor Honda terpangkas 17 persen menjadi 1.008.000 unit, namun pangsa pasar sedikit meningkat.

Bisnis komponen otomotif grup dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 43 persen menjadi Rp 164 miliar pada kuartal pertama 2021. Terutama disebabkan meningkatnya keuntungan selisih kurs, meskipun pendapatan dari segmen pabrikan menurun.

Secara umum, laba bersih yang diatribusikan kepada grup holding Astra mayoritas mengalami penurunan. Terkecuali untuk sektor bisnis properti yang menyumbang peningkatan 23 persen dari Rp 40 miliar menjadi Rp 49 miliar, dan sektor alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi yang naik 3 persen dari Rp 1,052 triliun menjadi Rp 1,088 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: