Astra Financial Telah Restrukturisasi Kredit Rp 21,9 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Jasa Keuangan bidang pembiayaan Astra Financial (AF) telah melakukan restrukturisasi kredit konsumen terdampak covid-19. Dalam jangka waktu 1,5 bulan, Astra Financial telah mengimplementasikan restrukturasi Rp 21,9 triliun untuk 792.000 nasabah, baik untuk konsumen roda empat, maupun roda dua.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah atas inisiasi tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19. Sejak awal, kami berkomitmen untuk mendukung kondisi bangsa dan negara Indonesia untuk segera kembali ke situasi normal,” kata Director In Charge Astra Financial, Suparno Djasmin, dalam keterangannya, Rabu (20/5/2020).

Lanjutnya, arahan restrukturasi kredit dari Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya mengaku mengomunikasikan dengan baik kepada para nasabah di seluruh Lembaga Jasa Keuangan yang tergabung dalam Astra Financial.

Suparno yang juga Direktur PT Astra International Tbk, mengungkapkan pihaknya bisa memenuhi restrukturisasi dalam waktu 1,5 bulan terhitung dari awal April 2020 hingga 17 Mei 2020, yang terbilang cepat.

“Total restrukturisasi yang disetujui di 3 Perusahaan Pembiayaan Astra Financial, yaitu PT Astra Sedaya Finance (ACC) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAF) serta PT Federal International Finance (FIFGROUP) mencapai Rp 21,9 triliun yang dilakukan untuk 792.000 nasabah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut keterangan resmi OJK pada 17 Mei 2020, Perusahaan Pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 52,9 triliun dari 1.793.352 kontrak yang disetujui oleh perusahaan pembiayaan. Sehingga nilai restrukturisasi 3 perusahaan pembiayaan Astra Financial mencapai 41 persen dari total industri pembiayaan di Indonesia.

 

 

Astra Sedaya Finance

Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi saat mengunjungi booth dan dikenakan ulos oleh Project Director GIIAS 2019 Gunawan Salim di GIIAS 2019 Medan, Rabu (23/10/2019). (Liputan6.com/HO/Eko)

Dalam kesempatan yang sama, untuk pembiayaan roda empat, Presiden Direktur ACC, Siswadi, mengatakan bahwa Restrukturisasi yang dilakukan ACC sepanjang 1,5 bulan tersebut mencapai Rp 11,0 triliun dari sekitar 78.000 kontrak.

“Sesuai dengan visi ACC, yaitu ’To become the 1st choice financing company with total solution,’ ACC selalu berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik secara menyeluruh kepada pelanggan. Tidak hanya pada saat awal pembiayaan, namun di saat-saat sulit seperti ini, ACC tetap memberikan solusi terbaik bagi pelanggan melalui Program Simpati Bencana COVID-19 dari ACC,” kata Siswandi.

Solusi yang disediakan ACC, juga dirasakan para nasabah yang melakukan restrukturisasi, karena pengajuan dilakukan secara online, tidak perlu ke cabang. “Terus terang saya merasa terbantu sekali. Pengajuan di ACC nyaman sekali karena cukup mendaftarkan rescheduling melalui email dan tidak perlu ke kantor ACC,” ungkap Nurhiwayati yang merupakan nasabah ACC Cabang Makassar. 

Toyota Astra Financial Services

Seorang sales memberikan informasi soal produk Toyota kepada konsumen. (Dok Auto2000)

Sementara itu, Presiden Direktur TAF Agus Prayitno, mengatakan bahwa jumlah kontrak yang berhasil diselesaikan oleh TAF selama 1,5 bulan ini mencapai sekitar 30.993 kontrak dengan nilai mencapai Rp 4,2 triliun.

“TAF akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabah, baik itu terhadap end customer maupun dealer,” ujar Agus.

 

FIFGROUP

Belasan ribu motor Honda produksi Indonesia laku di negeri orang

Lanjut, terkait pembiayaan Roda Dua, CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, mengungkapkan bahwa FIFGROUP atau PT Federal International Finance, sejak awal April 2020 hingga 17 Mei 2020, telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun yang dilakukan untuk 683.000 nasabah, yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus turun bareng membantu nasabah yang mengalami kesulitan. Justru, di saat mereka tertimpa bencana seperti ini, kita harus memberikan sebuah solusi agar aktifitas kehidupan mereka terus berlanjut,” pungkas Margono.