Astronot Muslim Ternyata Bisa Salat dan Puasa di Luar Angkasa

·Bacaan 2 menit

VIVASultan bin Salman Al Saud merupakan orang Muslim pertama yang menjadi astronot serta jadi Muslim pertama yang pergi ke luar angkasa. Berasal dari Arab Saudi, misi pertamanya adalah STS-51-G yang berlangsung pada 17 Juni 1985.

Sebagai seorang Muslim, ia menceritakan perihal ibadahnya saat perjalanan ke luar angkasa. Melakukan salat lima waktu, menurut Sultan sangat mudah. Baik itu dari sudut pandang agama atau dilihat dari pendapat pribadi.

"Saya sendiri dibesarkan di bagian tengah Arab, dan kami dikelilingi oleh gurun pasir yang luas. Dan, tentu saja, saya juga seorang penyelam, penerbang serta penerbang layang. Dalam melakukan semua hal ini pada saat yang sama, semuanya menjadi alami saat Anda mengerjakan dan mempraktikkannya," ujarnya.

Menurutnya, sebagai seorang Muslim, kita bisa beribadah kapan saja. Saat di pesawat ulang-alik, Sultan tidak bisa benar-benar menghadap ke kiblat atau Mekah meskipun terbang ke arah timur, karena mereka terbang dengan kecepatan tinggi.

"Saya harus mengikat kaki saya agar saya bisa berlutut. Anda tahu, Anda tidak bisa berlutut sepenuhnya karena kurangnya gravitasi. Tapi tahukah Anda, saya berdoa seperti seorang musafir. Sebagai musafir, kami berdoa tiga kali sehari, bukan lima kali sehari," katanya.

Sultan bin Salman Al Saud mengaku salat sesuai dengan waktu di Florida, Amerika Serikat (AS). Saat itu juga jadi akhir dari bulan Ramadhan. Ia menjalankan ibadah puasa di Houston, tepatnya Clear Lake. Orang-orang di Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA membolehkan sultan untuk menyesuaikan program.

Ia juga meminta program dimulai tepat pada waktu yang sama ketika memulai puasa setiap harinya, yaitu sekitar pukul 06.30-07.00 pagi waktu setempat, seperti dikutip dari situs NPR, Rabu, 12 Mei 2021.

"Saat itu terjadi panas di musim panas dan kami terus berjalan sepanjang hari. Saya tidak perlu tidur lebih dari lima atau enam jam dan kami tidak pernah menjadi yang paling sehat. Hari terakhir misi sebenarnya adalah hari terakhir Ramadhan. Saya juga jadi orang pertama yang berpuasa satu hari di bulan Ramadhan di luar angkasa," imbuh Sultan bin Salman Al Saud.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel