Asumsi adalah Dugaan Sementara yang Dianggap Benar, Kenali Perbedaannya dengan Opini

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Asumsi adalah suatu istilah yang mungkin cukup sering kamu dengar. Asumsi berkaitan dengan dugaan seseorang terhadap suatu hal. Seseorang membuat asumsi karena ingin mengetahui, menanyakan, memprediksikan, atau menduga tentang sesuatu yang akan atau telah terjadi.

Asumsi adalah suatu hal yang bukan kepastian. Jadi, membuat asumsi bisa dilakukan oleh siapa saja dan tentang apa saja. Asumsi sangat berkaitan dengan suatu dugaan dan suatu hal yang dianggap benar. Hal ini tergambarkan dalam pengertiannya.

Asumsi adalah dugaan sementara yang dianggap sebagai kebenaran oleh seseorang. Hal ini masih membutuhkan pembuktian agar dugaan tersebut menjadi kebenaran yang mutlak. Asumsi perlu kamu kenali dalam berbagai bidang ilmu.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (18/11/2021) tentang asumsi adalah.

Asumsi adalah

Ilustrasi diskusi (dok. Piixabay.com/Putu Elmira)
Ilustrasi diskusi (dok. Piixabay.com/Putu Elmira)

Asumsi adalah suatu hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan tentang apa saja, karena asumsi bukanlah suatu kepastian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar. Selain itu, pengertian lainnya dari asumsi adalah landasan berpikir karena dianggap benar. Asumsi adalah dugaan sementara yang dianggap sebagai kebenaran oleh seseorang.

Dari makna asumsi tersebut, kamu harus menggarisbawahi kata ‘dugaan’ dan ‘dianggap benar’. Arti ‘dugaan’ adalah hasil dari perbuatan menduga; sangkaan: perkiraan; taksiran. Sementara itu, ‘dianggap benar’ berarti belum tentu benar; bisa benar, dapat pula meleset (salah).

Seperti penjelasan pada Diskominfotik Kabupaten Bengkalis, antara kata ‘benar’ dan ‘salah’ saling meniadakan (antonim), jika diberi nilai dengan menggunakan teori probolitas, maka nilai untuk ‘dianggap benar’ dan ‘dianggap salah’ adalah sama. Bila menggunakan 100 persen sebagai nilai tertinggi, maka sesuai teori peluang dimaksud, nilai ‘diangap benar’ dan ‘dianggap salah’, sama-sama sebesar 50 persen. Begitu pula benar atau tidaknya sebuah dugaan, sebelum adanya pembuktian lebih lanjut, nilai juga ‘fifty-fifty’.

Jadi, asumsi adalah anggapan yang belum terbukti kebenarannya dan memerlukan pembuktian secara langsung. Asumsi adalah asumsi, bukan fakta. Orang yang suka berasumsi adalah orang yang memiliki cara berpikir tidak tersistem.

Asumsi dalam Berbagai Bidang

Asumsi dalam Berbagai Bidang. Credit: freepik.com
Asumsi dalam Berbagai Bidang. Credit: freepik.com

Asumsi adalah istilah yang digunakan dalam berbagai bidang. Dilansir dari dosenpendidikan, makna asumsi dalam beberapa bidang.

Asumsi dalam Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, asumsi adalah suatu hal yang tidak berbeda jauh dengan penjelasan sebelumnya. Namun, konteksnya saja yang di bidang ekonomi. Salah satu contoh asumsi ekonomi yang banyak digunakan ialah asumsi Ceteris Paribus. Asumsi Cateris Paribus dipakai untuk menyatakan hubungan antara harga dan jumlah barang, yaitu untuk mengurangi faktor-faktor yang kompleks sehingga menyederhanakan berbagai formula dalam ekonomi.

Asumsi dalam Filsafat

Dalam filsafat, asumsi adalah spekulasi realitas akan hakikat yang ada, baik dalam wujud abstrak atau dalam wujud konkret. Asumsi adalah bagian dari antologi yang berguna untuk mendapatkan pengetahuan dan menjadi landasan dalam penelitian hingga dapat dibuktikan kebenarannya.

Asumsi dalam Penelitian

Sementara itu, asumsi penelitian adalah semua pernyataan yang dapat diuji kebenarannya dengan melakukan percobaan dalam penelitian. Dalam penelitian umumnya menggunakan asumsi dasar karena faktor-faktor di kehidupan nyata sangat kompleks.

Pengertian Opini

Pengertian Opini. Credit: pexels.com/Sarah
Pengertian Opini. Credit: pexels.com/Sarah

Opini adalah sebuah pernyataan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Opini adalah tanggapan terhadap rangsangan yang disusun melalui interpretasi personal. Opini berbentuk pernyataan tidak meyakinkan dan sering digunakan dalam berbagai hal subjektif.

Orang yang berbeda dapat menarik kesimpulan (opini) yang berlawanan meskipun mereka setuju pada kumpulan fakta yang sama. Dalam penggunaan biasa, istilah opini mungkin merupakan hasil dari perspektif, pemahaman, perasaan, keyakinan, dan keinginan seseorang.

Opini adalah kebalikan dari fakta. Fakta adalah pernyataan yang bisa dibuktikan benar atau salah. Sementara opini adalah ungkapan perasaan seseorang yang tidak dapat dibuktikan. Opini adalah pikiran yang didasarkan pada fakta atau emosi dan terkadang dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain dengan sengaja.

Opini adalah pemikiran yang bisa dikemukakan semua orang.Kata opini berasal dari bahasa latin, yaitu opinari yang berarti berpikir atau menduga. Kata opini sendiri mengandung akar kata onis yang berarti harapan. Kata opinion dalam bahasa inggris berhubungan erat dengan kata option dan hope, yang artinya pilihan atau harapan.

KBBI mendefinisikan opini sebagai pendapat, pikiran, atau pendirian. Menurut Cambridge Dictonary, opini adalah sebuah pemikiran atau keyakinan tentang sesuatu atau seseorang. Sementara menurut Merriam Webster, opini adalah sebuah pandangan atau penilaian yang terbentuk dalam pikiran tentang masalah tertentu.

Secara umum, opini adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menerangkan preferensi atau kecenderungan tertentu terhadap ideologi dan perspektif yang memiliki sifat tidak objektif. Dengan kata lain, opini adalah pernyataan yang tidak meyakinkan, digunakan dalam hal-hal subjektif, yang tidak dapat dibuktikan benar atau salah. Opini adalah apa yang dipikirkan atau dirasakan seseorang tentang sesuatu atau seseorang. Oleh karena itu, ini bukanlah informasi yang benar tetapi bias.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel