Asumsi Rancangan APBN 2014 Sektor Energi Disetujui

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VII DPR menyetujui asumsi dasar RAPBN tahun 2014 yang diusulkan Pemerintah. Rancangan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Badan Anggaran DPR yang akan dibahas bersama antara Panitia Anggaran DPR-RI dengan pemerintah C.q Menteri Keuangan, Meneg PPN/Kepala Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia. Selanjutnya hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN menjadi dasar penyusunan RUU APBN beserta Nota Keuangannya yang akan dibacakan Presiden RI didepan sidang paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus mendatang.

"ICP yang saya usulkan rangenya antara 100 - 115 US$/barel. Kemudian lifting minyak antara 860-900 ribu barel/hari (bopd). Gas bumi antara 1.230 - 1.250 ribu barel oil equivalent per day (boepd), ini yang kami usulkan," ujar Menteri ESDM, Jero Wacik di Komisi VII DPR, Rabu (26/6/2013) malam.

Volume BBM Bersubsidi dengan pertimbangan realisasi saat ini, adanya pertumbuhan kendaraan bermotor, dan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah mengusulkan asumsi volume BBM Bersubsidi pada RAPBN 2014 pada range antara 51,04-52,41 juta kl.

"Ini juga sudah mempertimbangkan 2014 itu sebagai tahun pemilu, jadi banyak diantara kita akan bepergian kesana kemari, kampanye kesana kemari yang akan banyak sekali menghabiskan BBM dan itu sudah masuk dalam angka 51,04-52,41 juta kl tersebut," imbuh Wacik.

Rincian untuk volume BBM Bersubsidi yakni, premium dan bioetanol 33,50 juta kl, kemudian minyak tanah range antara 1,10-1,20 juta, minyak solar dan biodiesel 16,44-17,71 juta kl. Untuk melanjutkan konversi minyak tanah ke LPG, pemerintah mengusulkan subsidi LPG 3kg pada RAPBN 2014 dalam kisaran 4,78-4,93 juta metrik ton.

"Untuk mendukung diversifikasi energy dengan melihat perkembangan harga keekonomian BBN kami mengusulkan subsidi BBN dalam RAPBN 2013 yang sudah menjadi APBN untuk biodiesel sebesar Rp 3.000/liter dan untuk bioethanol sebesar Rp 3.500/liter," lanjut Menteri.

Pemerintah juga mengusulkan subsidi LGV sebesar Rp 1.500/liter, atau sama dengan APBN-P 2013 serta Alpha untuk BBM Bersubsidi disamakan dengan formula APBN-P 2013.

"Formula tersebut sudah dichek dengan hasil kajian dari ITB, UI, ITS, DAN LEMIGAS dan dianggap masih cocok," ujar Wacik.

Untuk subsidi listik pemerintah mengusulkan Rp 81,97-91,10 triliun. Dengan parameter yang dipergunakan pada perhitungan yakni, pertumbuhan penjualan sebesar 9 persen, sehingga berdasarkan target penjualan 2013, maka penjualan pada 2014 dapat mencapai 204,59 twh, susut jaringan sebesar 8,5 persen, biaya pokok penyediaan (BPP) listrik sebesar 1.174 – 1.220 Rp/kwh, margin usaha sebesar 7 persen; dan revenue requirement (bpp+margin) sebesar Rp 257 - 267 triliun.

Rapat yang dipimpin Sutan Bhatoegana dan dihadiri 30 anggota DPR RI berkesimpulan, secara umum menyetujui semua usulan pemerintah tersebut meski ada beberapa catatan dari fraksi Golkar, PDIP dan Fraksi PAN terkait keputusan lifting migas yang mendukung Inpres Nomor 2 Tahun 2012 sebesar 1,01 juta barel per hari pada tahun 2014 serta besaran volume BBM Bersubsidi.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...