Asyik Main Hujan, Bocah 5 Tahun Hilang Terbawa Arus Saluran Air

Fikri Halim, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sedang asyik bermain bersama teman-temannya, Rizki Febriansyah (5) hanyut terbawa aliran air pada Minggu, 1 November 2020 sekitar pukul 15.30 WIB. Bocah itu terbawa arus di sekitar saluran penghubung air Jalan Pondok Karya III Komplek Polri RT 03/RW 04, Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Haryanti (42) petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menceritakan, Rizki awalnya sedang bermain-main bersama teman-temannya di sekitar saluran penghubung air itu atau dekat Sekretariat RW 04.

“Kurang lebih bermain bersama 8-10 anak termasuk si kecil ini yang umurnya 5 tahun ini bernama Rizki Febriansyah,” Ujar Haryanti Petugas PPSU saat ditemui dilokasi, Minggu, 1 Oktober 2020 malam.

Baca juga: BMKG Prediksi Wilayah di Jabodetabek Ini Akan Turun Hujan

Pantauan VIVA di lokasi, warga sekitar berdatangan untuk melihat langsung, tampak juga petugas gabungan dari unsur Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Pela Mampang, PPSU Pela Mampang, dan anggota Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan tengah mencari korban yang belum ditemukan.

Saat korban sedang bermain di sekitar lokasi itu, kondisi memang sedang hujan deras. Sehingga saluran air menurutnya tak terlihat karena sudah tergenang air.

“Pada saat kejadian arus (air di saluran) sedang deras. Genangan saat itu setinggi 20-25 cm. Saluran sedang tertutup air. Enggak kelihatan. Kondisi saat hanyut, hujan rintik-rintik,” katanya.

Berita bocah tenggelam pun terjadi di lokasi lain pada Minggu 1 November 2020. Peristiwa itu melibatkan tiga bocah yang berwisata di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Mereka berenang di pantai tanpa pelampung. Bahkan, dikatakan nyaris tewas, meski akhirnya berhasil diselamatkan petugas.

Kepala Suku Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Rahmat Kristanto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu siang 1 Oktober 2020.

Hal itu bermula saat ketiga bocah wisatawan yakni Gilang (11), Denis (12) dan bocah perempuan bernama Tian (10) mandi terlalu ke tengah dari bibir pantai dengan alasan ingin melihat ikan. (ren)