Asyik Mesum di Hutan, 14 Remaja Kena Razia

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Keberadaan kawasan hutan mangrove di Wonorejo, kecamatan Rungkut, yang kini dijadikan pangkalan berbuat mesum oleh pasangan muda-mudi yang masih bersekolah, membuat Camat Rungkut, Ridwan Mubarun, geregetan.

Untuk menangkal aksi mesum, Ridwan bersama jajarannya kini rajin menggelar razia di sana. Selama sepekan, pihaknya minimal melakukan tiga kali operasi penertiban.

“Selama ini sebenarnya kita sudah rutin melakukan penyisiran pada sejumlah tempat yang kemungkinan dimanfaatkan pasangan muda-mudi untuk berbuat mesum. Salah satunya kawasan hutan wisata mangrove. Terakhir Senin (1/10/2012)," tegas Ridwan Selasa (2/10/2012).

Dikatakan Ridwan, dalam sekali razia di kawasan mangrove, pihaknya rata-rata bisa menjaring delapan orang hingga 14 muda-mudi yang belum memiliki Kartu tanda Penduduk (KTP) alias belum berusia 17 tahun. Kebanyakan mereka adalah murid SMP dan SMA. Mereka kepergok tengah pacaran di sana ketika masih jam pelajaran sekolah.

“Saat dirazia, mereka alasannya macam-macam. Ada yang mengaku masuk siang, ada yang bilangnya lagi jam kosong, hingga gurunya rapat,” terang Ridwan.

Untuk memberi efek jera, mantan Sekcam Kecamatan Rungkut ini mengatakan, siswa-siswi yang terjaring didata identitasnya, lalu diserahkan ke pihak sekolah dan juga Dinas Pendidikan. Yang terbaru, pasangan muda-mudi itu digelandang ke kantor kecamatan untuk kemudian dijemput oleh orang tuanya. “Dengan upaya seperti itu, kita berharap tidak ada lagi pasangan muda-mudi yang nekat pacaran di sana ketika jam pelajaran sekolah,” sambung dia.

Nasional Terbaru
  • Empat Perwira Polda Sulsel Ikut Tes Calon Penyidik…
  • Ingin Hidup Tenang, Susno Ogah Datang ke Timwas…
  • Susno Duadji, Jenderal Bintang Tiga Bergaji Rp 4,7…
  • Hadiri Peluncuran Buku, Jokowi Disambut Meriah Para Jenderal
  • Bengkulu Utara Diguncang Gempa 5,3 SR
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.