Atalia Praratya Kamil Ungkap Permasalahan Perempuan Selama Pandemi Covid-19 dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di masa pandemi Covid-19 ini setiap orang tentu merasa kesulitan menghadapi hidup dengan kebiasan yang baru, belum bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.

Kesulitan pun dirasakan para perempuan, yang memiliki berbagai peran dalam keluarga. Mulai dari pekerjaan rumah, kantor, hingga mengajarkan anak ketika sekolah di rumah saja.

Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Penggerak PKK Jawa Barat pun mengungkapkan permasalahan perempuan yang kerap terjadi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Seperti perempuan yang bekerja dalam sektor pelayanan langsung seperti di swalayan atau layanan pelanggan sulit menjaga jarak dan tidak menggunakan APD memadai. Beban perempuan meningkat dalam mengurus rumah tangga.

Lalu, pekerja perempuan banyak mengalami PHK atau di rumahkan, tidak semua ibu mampu membimbing anaknya selama kegiatan belajar mengajar di rumah, terutama ketika sekolah tidak menyediakan panduan belajar yang cukup, hingga mencari cara mengatasi kebosanan anak

“Permasalahan juga terjadi seperti KDRT yang meningkat di masa pandemi. Dan perceraian,” ujar Atalia dalam webinar Popok Baby Happy Mengedukasi Masyarakat untuk Bangkit Menjawab Beragam Tantangan Keluarga di Era Normal Baru.

Tentu permasalahan tersebut membuat para perempuan atau ibu merasa stres yang akan berdampak pada kesehatan mental. Agar tidak terjadi hal tersebut Atalia pun menyarankan sebagai berikut:

1. Protokol kesehatan

Terapak 3M dan jaga kesehatan keluarga dengan meningkatkan imunitas tubuh dan pemberian gizi seimbang. Dengan begini keluarga sehat tentu rasa stres tidak akan menghampiri.

2. Membagi waktu

Kelola waktu dengan baik, perbaiki komunikasi dengan keluarga, dan kelola stres. “Perbaiki komunikasi dengan keluarga dapat terhindar dari perceraian di masa pandemi. Karena banyak kasus perceraian akibat komunikasi yang kurang baik," paparnya.

Serta komunikasi juga harus ditopang dengan kerjasama. "Perempuan juga harus tau kapan berhenti bicara, dengan kang Emil juga terbuka, demokratis. sering diskusi dan mengingatkan. ketika Emil lagi bicara saya dengarkan dulu, ketika saya juga lagi cerita, Emil dengerin," tutur Atalia.

3. kreatif

credit via shutterstock
credit via shutterstock

Kreatif dan inovatif mencari tambahan pendapat. “Penting bagi kita untuk memunculkan kreativitas dan inovasi. Ayo kita manfaatkan hobi kita untuk menambah penghasilan. Seperi di rumah bisa menanam padi di polyback, dan bisa dipanen di rumah lho,” tambah istri Ridwan Kamil ini.

4. Mengatasi kebosanan anak

Mendekatkan anak dengan dunia literasi sejak kecil melalui dongeng dan bermain kata-kata. Biaskan anak menjelajahi hal baru untuk meningkatkan kreativitas. Menyediakan pojok baca dan bahan bacaan.

“Anak yang kreatif tidak akan pernah bosan, kita harus selalu dorong anak untuk memiliki wawasan yang luas,” paparnya.

Istri dari Gubernur Jawa Barat ini juga mengatakan lakukan me time agar ibu tidak stres dan tidak mudah emosi. Dan jangan pernah sendirian, bisa bergabung dengan komunitas seperti PKK atau program UMKM.

#elevate women