Atas Asas Keadilan, Liga Champions 2022 / 2023 Hilangkan Aturan Gol Tandang

Bola.com, Jakarta - Aturan gol tandang di Liga Champions telah lama menciptakan ketegangan dan drama yang tinggi di sepak bola Eropa. Namun mulai musim kemarin, UEFA mengubah peraturan gol tandang.

Peraturan gol tandang membuat tim tamu yang mencetak gol saat bermain di kandang lawan punya kans yang besar untuk lolos ke babak berikutnya. Banyak pertandingan yang kemudian dibumbui drama karena peraturan ini.

Ada banyak contohnya. Kemenangan fantastis Barcelona atas PSG, Deportivo La Coruna kala bersua AC Milan, dan Tottenham Hotspur yang menyingkirkan Manchester City dari perempat final Liga Champions dengan gol tandang setelah hasil imbang 4-4.

Namun sejak Liga Champions musim lalu, peraturan ini dihilangkan. Pun dengan musim ini. UEFA kembali meniadakan peraturan gol tandang.

Bagaimana Liga Champions Musim Ini?

<p>Liga Champions - Ilustrasi Logo UEFA Champions League Musim 2022-2023 (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Liga Champions - Ilustrasi Logo UEFA Champions League Musim 2022-2023 (Bola.com/Adreanus Titus)

UEFA telah meniadakan aturan gol tandang di babak kualifikasi dan babak sistem gugur Liga Champions, Liga Europa, dan UEFA Conference League.

Aturan itu sudah ada sejak 1965, tetapi dibuang pada 2021 menjelang musim 2021/22.

Ini berarti bahwa setiap ada laga yang berakhir imbang, sekarang akan langsung ke perpanjangan waktu, dan kemudian penalti jika masih tidak ada pemenang.

Mengapa Dibatalkan?

Ketangguhan Gleison Bremer di lini pertahanan Juventus bisa menjadi batu sandungan bagi para penyerang PSG untuk mencetak gol di laga nanti. Seperti diketahui Bremer merupakan bek terbaik Serie A musim lalu. Ia mengalahkan banyak nama besar seperti Milan Skriniar, Mathij De Ligt hingga Leonardo Bonucci. (AFP/Marco Bertorello)
Ketangguhan Gleison Bremer di lini pertahanan Juventus bisa menjadi batu sandungan bagi para penyerang PSG untuk mencetak gol di laga nanti. Seperti diketahui Bremer merupakan bek terbaik Serie A musim lalu. Ia mengalahkan banyak nama besar seperti Milan Skriniar, Mathij De Ligt hingga Leonardo Bonucci. (AFP/Marco Bertorello)

Berbicara tentang keputusan untuk menghapus aturan gol tandang, presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan langkah itu dilakukan untuk memastikan keadilan.

Perjalanan modern dan kemajuan dalam pemulihan pemain telah membuat pertandingan tandang menjadi tidak terlalu sulit, dan kemenangan tandang hampir dua kali lipat terjadi sejak tahun 1970-an.

"Meskipun tidak ada pendapat yang solid, banyak pelatih, penggemar, dan pemangku kepentingan sepak bola lainnya mempertanyakan keadilannya dan telah menyatakan preferensi agar aturan tersebut dihapuskan."

"Dampak dari aturan tersebut sekarang bertentangan dengan tujuan awalnya karena, pada kenyataannya, aturan itu sekarang menghalangi tim tuan rumah, terutama di leg pertama, untuk menyerang, karena mereka takut kebobolan gol yang akan memberi lawan mereka keuntungan penting."

Sumber: UEFA

Pembagian Grup (A-D)

Grup A

  • Ajax

  • Liverpool

  • Napoli

  • Rangers

Grup B

  • Porto

  • Atletico Madrid

  • Bayer Leverkusen

  • Club Brugge

Grup C

  • Bayern Munchen

  • Barcelona

  • Inter Milan

  • Plzen

Grup D

  • Eintracht Frankfurt

  • Tottenham Hotspur

  • Sporting Lisbon

  • Marseille

Pembagian Grup (E-H)

Grup E

  • AC Milan

  • Chelsea

  • Salzburg

  • Dinamo Zagreb

Grup F

  • Real Madrid

  • RB Leipzig

  • Shakhtar Donetsk

  • Celtic

Grup G

  • Manchester City

  • Sevilla

  • Borussia Dortmund

  • Copenhagen

Grup H

  • PSG

  • Juventus

  • Benfica

  • Maccabi Haifa