Atasan Jadi Tersangka Pembunuhan, Personel Satpol PP Makassar Diminta Tetap Maksimal

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengumpulkan seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (17/4). Mereka diminta tetap bekerja maksimal setelah Kepala Satpol PP Makassar M Iqbal Asnan ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan yang menewaskan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Najamuddin Sewang.

Danny Pomanto yang hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar M Ansar, menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap Iqbal Asnan kepada pihak kepolisian.

"Kita hargai hukum yang berlaku. Olehnya itu saya meminta agar para satpol yang ada tetap jalankan tugasnya seperti sedia kala dan maksimal dalam melayani masyarakat," ujar Danny.

Dinonaktifkan

Setelah adanya penetapan tersangka dari kepolisian, Danny mengaku telah menonaktifkan Iqbal Asnan sebagai Kasatpol PP. Selanjutnya, dirinya akan menunjuk pejabat sementara (pjs) untuk mengisi kekosongan jabatan.

"Ini agar tidak terjadi kepincangan di Satpol PP. Saya akan komunikasi dengan para pejabat Pemkot untuk menunjuk pejabat sementara menggantikan posisi Kasatpol PP.

Danny mengungkapkan dirinya akan mengumumkan pengganti Iqbal Asnan sebagai Kasatpol PP Makassar pada Senin (18/4) nanti. "Senin akan kami umumkan siapa yang akan menjadi pimpinan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Budhi Haryanto menyatakan pihaknya telah menetapkan 4 orang tersangka kasus penembakan terhadap Najamuddin Sewang. Empat orang tersebut berinisial S, MIA (Muh Iqbal Asnan), AKM, dan A.

"Adapun saksi yang sudah kita periksa sebanyak 20 orang dan 4 orang kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk tersangka kami beri inisial yang pertama adalah S, MIA, AKM, dan A," ujarnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (16/4).

Budhi mengungkapkan peranan empat tersangka tersebut adalah eksekutor, menggambar korban, dan otak pelaku penembakan. Iqbal Asnan dinyatakan sebagai otak penembakan itu.

"Sudah tersangka, dia otak pelaku penembakan. Sementara otak pelaku adalah pejabat daripada kota Makassar," ungkapnya.

Motif Cinta Segitiga

Budhi menyebutkan motif penembakan adalah cinta segitiga. Ia menegaskan kasus penembakan tidak terkait dengan teror keamanan Kota Makassar.

"Untuk motif daripada pelaku ini adalah cinta segitiga, motif pribadi. Saya tegaskan tidak ada teror di Makassar, tetapi ini adalah motif masalah pribadi sehingga terjadi penembakan yang terjadi pada Hari Minggu 3 April 2022," sebutnya.

Budhi menambahkan pelaku menembak korban dengan menggunakan senpi jenis revolver. Asal senpi itu masih diselidiki petugas. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel