Atasi Anak Kejang saat Demam dengan Gigit Sendok, Mitos atau Fakta?

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kondisi demam pada anak yang memicu kejang kerap menjadi kekhawatiran banyak orangtua. Tak sedikit yang memahami cara penanganan secara tepat sehingga melakukan hal yang menjadi mitos, seperti memberi sendok untuk digigit si kecil.

Ditegaskan Medical Expert Combiphar, dr. Carlinda Nekawaty, penanggulangan demam paling utama adalah orangtua harus mengendalikan kondisi. Diharapkan agar orangtua tak panik saat melihat anak demam tinggi hingga kejang.

"Jangan panik. Orangtua terkadang lihat anak kejang sudah panik. Jangan gunakan bahan apa pun," ujar dokter Carlinda, dalam acara virtual Combiphar, baru-baru ini.

Mirisnya, kata Carlinda, banyak orangtua yang memegang prinsip dengan pengobatan masa lalu. Sebut saja, pemakaian kopi hingga sendok untuk si kecil yang tengah demam dan kejang.

"Orangtua pasti masukan sendok, kopi, itu yang sering saya dengar. Itu jangan. Cukup miringkan kepala anak dan peluk saja," tuturnya.

Diakui Carlinda, orangtua harus tega memberikan penanganan tersebut saat anak kejang. Sebab, dengan memeluk dan memberi perhatian lebih, kejang akan berhenti kurang dari satu menit dan bisa diatasi dengan parasetamol dosis ringan.

"Bisa dengan parasetamol melalui dubur yang bentuknya tabung lalu bawa anak ke rumah sakit," jelasnya.

Carlinda menyarankan, apabila anak sudah ada riwayat demam kejang, maka orangtua harus sigap saat suhu sudah mencapai 37,5-37,8 derajat Celsius. Jangan hanya dikompres melainkan langsung beri parasetamol pada anak untuk redakan demam.