Atasi Insomnia, Hong Kong Terapkan Wisata Tidur di Bus

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagai kota besar, Hong Kong merupakan salah satu daerah dengan rata-rata jam kerja yang cukup tinggi perminggu. Di amna warga Hong Kong bisa bekerja selama 48 jam perminggu, sedangkan normalnya seseorang bekerja 44 jam perminggu.

Rutinitas ini membuat warga Hong Kong memiliki risiko kelelahan yang cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan sebuah aktivitas yang dapat menghilangkan rasa penat warga Hong Kong.

TERKAIT: Seperti Apa Suasana Ramadan Saat Pandemi di Hong Kong?

TERKAIT: Standarisasi Protokol Kesehatan Jika Berkunjung ke Hong Kong

TERKAIT: Menikmati Kenangan di Hong Kong Bersama Dewan Pariwisata Hong Kong dan Jakarta Dessert Week 2020

Salah satunya adalah menyediakan layanan Sleeping Bus Tour bagi warga Hong Kong yang mengalamai insomnia dan kelelahan. Wisata ini menawarkan layanan tidur siang bagi warga yang membutuhkan istirahat.

Founder dari Ulu Travel, Frankie Chow, menyebut bahwa warga Hong Kong yang merasa stres karena pekerjaan mereka dan membutuhkan ruang untuk tidur. Sementara, tempat tinggal yang mereka miliki terlalu kecil.

Tingkat stres dan insomnia yang tinggi

Demi mengatasi insomnia, dibuat layanan wisata tidur di Hong Kong (Ulu Travel)
Demi mengatasi insomnia, dibuat layanan wisata tidur di Hong Kong (Ulu Travel)

"Beberapa orang mungkin harus berbagi tempat tinggal dengan keluarga mereka, yang mungkin bukan lingkungan yang baik untuk istirahat yang baik," ujar Chow, dilansir dari Washington Post.

Sebuah survei yang dilakukan Pusat Komunikasi dan Survei Opini Publik Hong Kong di Universitas China Hong Kong pada 2020 menyebut hampir 7 dari 10 responden mengalami insomnia. Sebanyak 60 persen di antaranya mengaku tidak bisa tidur karena situasi pandemi dan kerusuhan sosial pada beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 40 persen responden mengatakan stres karena harus bekerja dan mengerjakan pekerjaan sekolah yang memengaruhi kualitas tidur. Ditambah lagi, banyak masyarakat Hong Kong yang tidak di gedung bertingkat dengan tempat berukuran kecil. Suara kontruksi yang bising bisa terdengar sepanjang hari.

Wisata tidur ini sendiri terinspirasi dari kecenderungan orang Hong Kong yang tertidur di angkutan umum. Sehingga pengelola tur menargetkan layanan ini pada masyarakat yang mudah tertidur selama perjalanan jauh.

Tarif untuk wisata tidur

"Ketika kami brainstorming ide perjalanan baru, saya melihat di postingan media sosial dari teman saya yang mengatakan bahwa dia stres dengan pekerjaannya. Dia tidak bisa tidur di malam hari. Tapi ketika dia bepergian dengan bus, dia bisa tidur nyenyak," ujar Kenneth Kong, manajer pemasaran dan pengembangan bisnis Ulu Travel dan penanggung jawab bus.

Penumpang yang menikmati layanan ini akan menerima goodie bag berisikan alat bantu tidur. Mulai dari penutup mata dan penutup telinga yang akan membantu mereka tidur lebih nyaman. Para penumpang juga diperbolehkan membawa bantal, selimut, dan sandal tidur untuk berkeliling kota menggunakan bus selama lima jam.

Untuk bisa menikmati layanan ini, penumpang akan dikenakan tarif 129 dollar Hong Kong atau sekitar Rp236ribu, tergantung dari paket yang dipilih. Wisata tidur ini tidak beroperasi setiap hari, melainkan hanya setiap Sabtu. Bus akan berhenti di lokasi berbeda sehingga penumpang bisa mengambil foto di sejumlah tempat yang indah.

Jika wisata tidur ini diadakan di Indonesia, apakah kamu tertarik untuk mencoba?

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel