Atasi Kemiskinan di Sumba Tengah, Food Estate Digarap Serius

Merdeka.com - Merdeka.com - Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai sukses oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Program tersebut mampu mengatasi kemiskinan regional di sana. Pemerintah pun semakin serius menggarap Food Estate, salah satunya dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Tengah untuk meningkatkan SDM pertanian menjadi profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausahawan milenial.

"Program Food Estate di Sumba Tengah sangat berhasil, karena mampu mengatasi kemiskinan yang dialami warga di daerah tersebut," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo, Senin (30/5).

Nota Kesepakatan diteken oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dan Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu di Waibakul, ibukota Sumba Tengah, Jumat (27/5).

Nota Kesepakatan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan di daerah tertinggal.

"Kami sepakat untuk meningkatkan kualitas SDM melalui penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pertanian. Tak hanya itu, akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi pertanian, dukungan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan SDM pertanian sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Dedi Nursyamsi.

Dia mengajak seluruh insan pertanian di Sumba Tengah untuk memanfaatkan potensi alam yang dilimpahkan oleh Tuhan.

"NTT itu surganya petani, peternak dan nelayan, akan sia-sia apabila tidak dimanfaatkan dan diolah dengan baik," tuturnya.

Pertanian Sumba Tengah, menurut Dedi, harus melakukan transformasi dari tradisional menjadi modern. Semula hanya fokus di hulu, kini harus fokus pula di hilir, mulai dari paska panen dan pengolahan, tak kalah penting adalah akses pemasaran.

"Kalau ini bisa terjadi, saya yakin tak hanya ekspor ke luar Sumba, juga mampu ekspor ke mancanegara," yakinnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, Kementan menetapkan Sumba Tengah sebagai kawasan Food Estate, yang merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan dalam satu kawasan.

Luas kawasan Food Estate Sumba Tengah sekitar 11 ribu hektare, terdiri atas lahan yang telah ditanami padi seluas 5.400 hektare sementara 5.600 hektare ditanami jagung dan palawija. Sesuai tipikal lahan untuk persawahan dan sebagian lahan kering, dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung dan peternakan.

"Hasil yang diperoleh sangat luar biasa. Program Food Estate di Sumba Tengah sangat berhasil. Keberhasilannya akan mengurangi jumlah warga miskin di salah satu kabupaten di Pulau Sumba, sehingga warga miskin menjadi berkurang," kata Mentan Syahrul.

Keberhasilan tersebut pun dibeberkan oleh Paulus SK Limu. Di tahun pertama, produktivitas mencapai 5,4 ton, tahun kedua yakni 2021 mencapai enam ton.

"Capaian luar biasa, mengingat hampir seluruh petani di Sumba Tengah tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Rata-rata mereka tidak lulus SD," katanya.

Bupati Paulus tiada henti mengucap syukur pada Tuhan YME dan mengapresiasi pemerintah pusat yang turun ke lokasi Food Estate Sumba Tengah.

"Bantuan 300 Alsintan, benih dan sarana prasarana lainnya tidak akan ada artinya tanpa didukung oleh SDM pertanian yang mumpuni. Hadirnya BPPSDMP Kementan melalui pendampingan penyuluh, mahasiswa Polbangtan dan kegiatan pelatihan mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan petani. Tak dapat dipungkiri, hal itu menjadi pendongkrak peningkatan produktivitas di Sumba khususnya Sumba Tengah," tambah Paulus.

Menanggapi hal ini, Dedi Nursyamsi mengakui bahwa Food Estate Sumba Tengah tidak akan berhasil tanpa dukungan pemerintah daerah.

"Sinergi tak akan berhasil bila tidak didukung pemimpin daerah, yang mencintai sektor pertanian, berarti mencintai rakyatnya. Kenapa? Sektor pertanian berkaitan dengan pangan, dengan hajat hidup dan keberlangsungan hidup rakyat. Mencintai pertanian berarti mencintai rakyatnya, dapat dipastikan pemimpin daerah seperti ini sangat dicintai oleh rakyatnya," sanjung Dedi Nursyamsi pada Bupati Paulus SK Limu.

Dia berharap kabupaten-kabupaten yang memiliki warga miskin terbanyak di NTT untuk dapat mengaplikasikan program Food Estate Sumba Tengah, dalam upaya mengatasi kemiskinan.

"Kalau mau kaya atau tidak miskin, ya bertani. Alam NTT sangat potensial untuk pengembangan usaha pertanian yang mampu membuat petani menjadi kaya dan keluar dari lilitan kemiskinan. Pemerintah akan siap membantu memberikan bantuan pendidikan bagi petani dan bantuan peralatan mesin pertanian untuk pengembangan usaha pertanian," kata Dedi di kantor Bupati Sumba Tengah. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel