Atasi Masalah Sampah di Tangsel, DPRD Dorong Perwal Penggunaan Plastik

Merdeka.com - Merdeka.com - Sampah plastik menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan. Mereka mendorong lahirnya aturan dan penegakan yang lebih serius untuk meminimalisasi penggunaan plastik pada kehidupan sehari-hari.

"Masalah sampah plastik di Kota Tangerang Selatan harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah kota, masyarakat, dan dunia usaha. Bahwa kita bersama harus berkomitmen ikut serta dalam menekan penggunaan plastik," kata Ketua Fraksi Gerindra - PAN Kota Tangerang Selatan Ahmad Syawqi di kantor DPRD Tangsel, Selasa (7/6).

Syawqi menambahkan, selain komitmen kuat pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, pembatasan penggunaan plastik juga harus diatur lebih jelas, agar hasilnya benar-benar seperti yang diharapkan.

Perda Pengelolaan Sampah

Dia menerangkan, sebenarnya Kota Tangerang Selatan telah memiliki aturan yang jelas terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengolah jenis sampah plastik.

"Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, dalam Pasal 32A yang berbunyi pemerintah daerah dapat melakukan pengurangan sampah plastik, dan/atau alat bantu/wadah/kemasan makanan dan minuman yang berasal dari bahan plastik," jelasnya.

Selanjutnya, dalam perda itu disebutkan pula bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pengurangan sampah plastik dan alat bantu/wadah/kemasan makanan dan minuman diatur dengan peraturan walikota (perwal).

"Maka perlu adanya Perwal yang mengatur tentang pengurangan sampah plastik dan kami mendorong agar Wali Kota Tangsel, untuk segera membentuk Perwal pengurangan sampah plastik, sebab Perwal tersebut menjadi amanah Perda sebagai upaya penanganan masalah sampah plastik di Kota Tangsel," ucapnya.

Sampah Nonorganik

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mengungkap 50 persen volume sampah di Tangsel terdiri dari sampah-sampah nonorganik, termasuk plastik dan lainnya.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Tangerang Selatan Rastra Yudhatama menerangkan kalau 50 persen volume sampah nonorganik itu terdiri dari beberapa bahan yang dapat diolah kembali. Jumlah sampah kertas mencapai 13,45 persen dan sampah plastik mencapai 9,82 persen.

"Jadi kalau dilihat dari jumlahnya berdasarkan kajian dari tim konsultan. Jumlah sampah nonorganik yang dihasilkan 50,24 persennya adalah sampah nonorganik," jelas Rastra.

Sementara itu, volume sampah organik yang dihasilkan di Tangerang Selatan mencapai 49,71 persen.

Rastra mengaku, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan wali kota (raperwal) terkait pengendalian sampah di Tangsel. Dengan Perwal itu, diharapkan volume sampah di Tangsel, bisa jauh menurun.

"Utamanya untuk sampah non organik. Ini (raperwal) belum final, saat ini masih kajian DED oleh konsultan mudah-mudahan bisa dijalankan di tahun ini," kata dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel