Atasi Pemintaan Oksigen, Kemenparekraf Gunakan Kecerdasan Buatan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Angka kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia selama beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan kasus konfirmasi COVID-19 ini juga berdampak pada ketersediaan oksigen untuk para pasien COVID-19.

Belakangan ini permintaan oksigen untuk kebutuhan tenaga medis mengalami peningkatan. Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berkolaborasi dengan perusahaan penyedia big data untuk mengelola kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam memprediksi dan memproyeksikan permintaan oksigen di Indonesia.

Hal ini penting mengingat Kemenparekraf yang ditugaskan menyediakan fasilitas isolasi mandiri, perlu juga menyediakan fasilitas yang menunjang salah satunya ketersediaan oksigen.

"Situasi ini memanggil kita sebagai langkah kolaboratif untuk masuk memberikan kontribusi. Saya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran di lingkungan Kemenparekraf agar dapat membantu sebisanya. Jangan pernah bilang ini (obat-obatan dan oksigen) bukan urusan kita, ini urusan bersama," kata Sandiaga, Jumat 9 Juli 2021.

Dijelaskan Sandiaga, pihaknya yang bekerja sama dengan dengan Arogya.ai perlu melakukan ini demi membantu masyarakat yang membutuhkan

"Membela masyarakat yang membutuhkan hadir dengan penuh keberpihakan. Kebetulan Arogya.ai ini bisa membantu kita memetakan beberapa hal yang sangat diperlukan terutama terkait data, ini bagian dari konsep 3G Gercep, Geber, Gaspol," ujar Sandi.

Sebelumnya, Sandiaga juga telah menyebut untuk mengatasi ketersediaan oksigen, Kemenparekraf juga berusaha menyediakan lahan penyimpanan tabung oksigen di sejumlah destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif.

Lahan penyimpanan tersebut akan berada dekat dengan fasilitas kesehatan, sehingga proses distribusi tabung oksigen dapat berjalan dengan optimal.

"Termasuk penyediaan hotel-hotel sebagai fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan tabung-tabung oksigen untuk isolasi bagi pasien Covid-19 bergejala ringan atau sedang. Ini yang akan kami koordinasikan dengan pelaku industri (perhotelan)," tambahnya.

Di sisi lain, untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19 di Tanah Air, pihaknya telah memetakan beberapa hal. Pertama terkait vaksinasi yang merupakan kunci untuk menekan laju penularan COVID-19.

"Kami sudah mendorong sentra vaksinasi di lingkup Kemenparekraf agar diperluas termasuk menggandeng Politeknik Pariwisata (poltekpar) di 6 lokasi yaitu Medan, Palembang, Bandung, Bali, Makassar, dan Lombok," ujar Sandiaga Uno.

Kedua, langkah yang dilakukan pihaknya adalah dengan melakukan testing dan tracing. Hal ini lantaran sudah ada keputusan terkait PCR merupakan suatu keharusan sebagai salah satu upaya testing, pihaknya mendorong sentra ekonomi kreatif dan destinasi pariwisata untuk memahami hal tersebut.

Ketiga, terkait treatment, saat ini pihaknya melihat fasilitas kesehatan sedang mengalami peningkatan permintaan layanan sangat signifikan.

"Untuk itu kita melakukan kontribusi dengan cara mengkonversi hotel-hotel menjadi tempat tenaga kesehatan beristirahat. Dan juga digunakan untuk isoman bagi pasien tanpa gejala-bergejala sedang," katanya.

Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan oksigen di lokasi isolasi mandiri tersebut, Sandiaga mendorong ekosistem ekonomi digital untuk mencari mitra-mitra yang bersedia membantu memberikan sumbangsih mengatasi pandemi ini.

"Seperti yang tertera di dashboard milik Arogya.ai di mana terdapat simulasi capaian berapa jumlah masyarakat di Indonesia dan seluruh dunia yang sudah di vaksin. Agar kita bisa menyadari untuk menyentuh segala lini, paling tidak ada 34 juta masyarakat di sektor parekraf yang kita bisa mobilisasi," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel