Atheis dan Agnoistik Adalah? Lihat Ulasan Berikut

·Bacaan 3 menit

VIVA – Berbicara dan berdebat tentang agama/keyakinan masih menjadi hal yang sensitif di beberapa orang, tidak semua orang menyembah dan meyakini keberadaan Tuhan yang Maha Esa, banyak sekali agama yang sudah disahkan oleh beberapa negara, yaitu, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu.

Agama merupakan kepercayaan dan praktik yang mengatur tentang cara hidup, lahir-batin. Kepercayaan setiap individu dalam meyakini suatu aliran kepercayaan merupakan hak prerogratif masing-masing individu. Perjalanan spiritual setiap individu beda-beda sehingga aliran kepercayaan dan keimanan Tuhan yang dipunya berbeda-beda.

Ada pula kepercayan-kepercayaan yang diyakini beberapa orang di dunia, salah duanya yaitu Atheis dan Agnoistik. Dikutip dari jurnal yang berjudul Atheis dan Agnostik dalam Perspektif Agama Islam, Ashriyah, Saadatul (2019), seseorang yang agnostik tidak menyangkal keberadaan Tuhan secara mutlak. Agnostisisme menganggap keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat dinalar oleh akal manusia. Oleh karena itu keberadaan Tuhan tidak dapat diketahui dengan cara apapun. Sedangkan ateisme menyangkal sama sekali keberadaan Tuhan karena tidak dapat dibuktikan secara empiris maupun logis keberadaan-Nya.

Atheis dan Agnoistik adalah serta mengetahui perbedaanya? Kami telah merangkumnya khusus untuk kamu, simak ulasan di bawah ini.

Atheis dan Agnoistik Adalah

Mengenal Kepercayaan Atheis

Atheis adalah pandangan yang tidak memercayai adanya Tuhan atau menolak keberadaan Tuhan. Merangkum dari atheists.org, ada dua jenis atheis. Yakni, atheis gnostik dan atheis agnostik. Atheis gnostik adalah pandangan yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan mereka bisa membuktikannya. Sementara atheis agnostik adalah pandangan yang tidak memercayai adanya Tuhan tapi tidak dapat membuktikannya. Para atheis bahkan beranggapan, Tuhan hanyalah alat pemersatu manusia.

Atheisme mendefinisikan secara luas bahwasanya kepercayaan adanya tuhan maupun dewa adalah tidak nyata. Ateis dan teis lebih berimplikasi pada sikap dan tindakan. Atheisme adalah paham yang menyangkal sama sekali keberadaan Tuhan karena tidak dapat dibuktikan secara empiris ataupun logis akan keberadaan-Nya.Pada Intinya Atheis meragukan dan tidak percayaan dengan keberadaan Tuhan diajaran agama manapun, tetapi tetap berbuat baik dan menjaga toleransi kepada umat yang beragama.

Mengenal Kepercayaan Agnoistik

Agnostik berasal dari bahasa Yunani yaitu Gnostik yang berarti mengetahui atau pengetahuan dan Ag yang berarti tidak. Jadi secara harfiah, Agnostik bisa diartikan tidak mengetahui. Tetapi Agnostik secara definisi sebuah pandangan atau kepercayaan bahwa ada atau tidak adanya Tuhan adalah sebuah hal yang tidak diketahui.

Huxley tidak mendefinisikan "agnostisisme" hanya sebagai keadaan agnostik. Sebaliknya, dia sering menggunakan istilah itu untuk merujuk pada prinsip epistemologis normatif, sesuatu yang mirip dengan apa yang sekarang disebut sebagai "pembuktian".

Secara kasar, prinsip Huxley mengatakan bahwa adalah hal yang salah untuk mengatakan bahwa seseorang mengetahui atau percaya bahwa suatu proposisi adalah benar tanpa bukti yang memuaskan secara logis (Huxley 1884 dan 1889).

Menurut plato.standford.edu, penganut kepercayaan agnostik butuh alasan ilmiah yang jelas untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Mereka percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari Tuhan dan bisa dibuktikan secara ilmiah, yakni alam semesta. Dan agnostik tidak 100 persen menyangkal keberadaan Tuhan secara mutlak. Mereka menganggap adanya Tuhan perlu dibuktikan secara ilmiah dan bisa memuaskan logika.

Dapat disimpulkan perbedaan atheis dan agnoistik yaitu, atheis 100 peresen sangat menolak dengan keberadaan tuhan di ajaran manapun, sedangkan agnoistik tidak berani dan masih ragu akan keberadaan tuhan dan tetap percaya akan agama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel