Atlet Judo Tolak Lawan Israel, Pernah Dilakukan Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pejudo Aljazair, Fethi Nourine memilih mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah hasil undian memungkinkan dirinya untuk menghadapi atlet Israel.

Dalam hasil undian yang berlangsung Jumat 23 Juli 2021, Fethi Nourine yang tampil di nomor 73 kg awalnya akan bertemu dengan judoka Mohamed Abdalrasool asal Sudan di babak pertama (64 besar), Senin 26 Juli 2021.

Jika menang pada laga itu, Nourine akan menghadapi atlet Israel, Butbul yang mendapatkan hasil bye pada undian dan langsung masuk ke babak kedua. Nourine pun memutuskan mundur tanpa menjalani pertandingan pertamanya.

“Kami bekerja keras untuk mencapai Olimpiade, dan berita itu adalah kabar buruk. Tapi, kami membuat keputusan yang tepat," kata pelatih Nourine, Amar Benikhlef, dikutip Inside The Games.

Ternyata dari dunia sepakbola, Timnas Indonesia juga pernah menolak main melawan Timnas Israel. Hal tersebut terjadi di Kualifikasi Piala Dunia 1958.

Kala itu, Indonesia sukses melewati adangan China di babak kualifikasi zona Asia-Afrika putaran pertama. Indonesia sukses menekuk China 2-0 di Stadion Ikada, 12 Mei 1957, lalu takluk 3-4 dari China pada Xiannongtan Stadium, Beijing.

Karena sama-sama menang sekali, China dan Indonesia bertemu dalam laga playoff di tempat netral. Skuad Garuda menahan China 0-0 di Aung San Stadium, Rangoon, Burma, pada 23 Juni 1957. Indonesia lolos karena unggul selisih gol atas China, dan dijadwalkan bertemu Israel di putaran kedua.

Sementara itu, Israel lolos tanpa bertanding di putaran pertama, usai Turki mundur karena menolak bertanding di grup Asia.

Indonesia akhirnya menolak untuk melawan Israel karena alasan politis atas instruksi Presiden Soekarno. Skuad Merah Putih sempat meminta bertanding di tempat netral namun ditolak FIFA.

Mesir yang berada di grup yang sama juga memutuskan mundur. Tinggal tersisa Israel dan Sudan di babak final kualifikasi.

Belakangan, Sudan juga memilih mundur karena gerakan boikot negara Arab terhadap Israel. Dengan catatan ini, seharusnya Israel lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 1958 di Swedia.

Namun, dilansir The Guardian, FIFA tak menghendaki ada tim yang lolos langsung ke putaran final Piala Dunia, tanpa melakoni satu pun laga di kualifikasi. FIFA pun mengadakan duel playoff spesial antara Israel melawan salah satu runner up dari grup UEFA.

Awalnya, Belgia sempat ditunjuk, namun menolak. Akhirnya Wales yang menjadi lawan Israel.

Wales sukses menekuk Israel dalam dua pertemuan. Mereka menang 2-0 di Ramat Gan Stadium. Lalu, menang dengan skor sama saat tampil di Ninian Park, Cardiff. Akhirnya, Wales yang tampil di Piala Dunia 1958 sedangkan Israel harus gigit jari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel