Atlet menembak Papua harapkan pembinaan nomor "running target"

·Bacaan 2 menit

Atlet putri cabang menembak Papua Nourma Try Indriani mengharapkan pembinaan atlet-atlet menembak terutama pada nomor running target menyusul potensi meraih prestasi pada berbagai kejuaraan internasional.

"Saat ini, nomor running target akan kembali diupayakan untuk masuk sebagai nomor Olimpiade. Sebelumnya tidak disertakan karena ada perbedaan skor untuk atlet putra dan atlet putri. Ini juga pertama kali perlombaan PON menembak menggelar nomor running target," kata Indriani setelah mendapatkan medali emas 10 meter running target putri Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di Lapangan Menembak Indoor Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Senin.

Atlet yang turun pada nomor running target cabang menembak SEA Games 2011 di Jakarta-Palembang itu mengatakan peluang nomor itu dilombakan dalam Asian Games 2022 di China besar karena tuan rumah sangat unggul dalam nomor running target itu.

"China, Vietnam, dan Kazakhstan adalah negara-negara yang selalu unggul pada nomor running target. Sementara di PON ini, hanya ada beberapa daerah yang turun pada nomor ini dan tidak banyak. Hanya ada Papua, Papua Barat, Sulawesi Sleatan, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta," kata dia.

Baca juga: Emas Iqbal terbayarkan pada nomor pistol campuran PON Papua

Atlet yang menyelesaikan pendidikan Strata-2 di Universitas Negeri Jakarta itu mengharapkan semakin banyak atlet-atlet nomor running target di Indonesia karena dalam kejuaraan internasional nomor itu hanya diikuti oleh beberapa negara saja.

Indriani menyumbangkan medali emas kepada Papua pada nomor 10 meter running target putri PON ini.

Indriani meraih poin 526 dalam perlombaan yang berlangsung di Lapangan Menembak Indoor Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Senin.

Indri unggul 21 poin atas wakil Kalimantan Selatan Feny Bachtiar yang mengumpulkan poin 505.

Baca juga: Indriani tambah koleksi emas tuan rumah dari menembak

Hingga perlombaan Senin, tim Papua sudah mengoleksi tujuh medali emas, lima medali perak, dan dua medali perunggu.

Tujuh medali emas itu dipersembahkan oleh Andreas Yunut Boky pada nomor double trap individu putra, dan Indirani pada nomor 10 meter running target putri. Sedangkan empat emas lain berasal dari nomor beregu yaitu trap beregu putra, trap beregu putri, double trap beregu putra, double trap beregu putri, dan 300 meter standard riffle beregu putra.

Kemudian, Slamet Riadi pada nomor trap individual putra dan double trap individual putra, Sarmunah pada nomor trap individual putri, Fany Febriana Wulandari pada double trap individual putri, dan Farid Prayuda pada 50 meter rifle 3 position individual putra masing-masing mengoleksi medali perak.

Medali perunggu diraih Andreas Yunut Boky pada nomor trap individual putra, serta dari nomor beregu 50 meter rifle 3 position putra.

Baca juga: Tuan rumah sambut apresiasi kontingen tamu cabang menembak PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel