Atlet panjat tebing Bali Desak Rita sabet medali emas PON

·Bacaan 1 menit

Atlet panjat tebing Bali Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali emas dengan rekor kecepatan 7,01 detik pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih tim panjat tebing Bali, Suhardi Eka Prasetya dihubungi di Mikika, Jayapura, Jumat mengatakan pihaknya bangga dengan penampilan Desak Rita yang memiliki teknik kecepatan tinggi pada perlombaan panjat tebing.

"Saya berharap ke depan Desak Rita mampu lebih cepat dan tetap dalam performa terbaiknya." kata Suhardi.

Baca juga: Jadwal final panjat tebing PON XX di Mimika pada Jumat

Ia mengatakan atlet putri kelahiran Kabupaten Buleleng 24 Januari 2001itu memang dari sejak latihan memiliki performa sangat baik.

"Sejak awal sudah optimistis akan meraih medali emas," ujarnya.

Suhardi memang memprediksi dan menargetkan meraih medali emas untuk kontingen Pulau Dewata pada ajang olahraga nasional empat tahunan ini.

Dikatakan, pada PON XX di "Bumi Cendrawasih" Desak Rita harus berhadapan dengan sesama anggota Pelatnas asal Jawa Barat, Rajiah Salsabila.

Dan kedua finalis ini juga sama-sama atlet proyeksi Tim Nasional Merah Putih ajang Olimpiade Paris 2024 bersama Nurul Iqomah (NTB) dan Alivany Ver Khadijah (Sulawesi Selatan).

Desak Rita mengucapkan syukur atas torehan medali emas pada PON XX tahun 2021. Walau ada sedikit kedala dalam pemancatan tebing tersebut.

"Saya bersyukur bisa meraih medali emas. Terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Bali yang telah mendoakan saya bisa membawa pulang ke Bali medali emas," ucapnya.

Namun, saat bertemu di final ini, Desak Rita merasa mungkin sang lawan lengah saat mendekati puncak, sehingga dirinya berhasil menyalip dan juara dengan catatan waktu 7,01 detik.

Baca juga: Atlet DKI siap rebut medali nomor speed world record perorangan putri
Baca juga: Tim panjat tebing NTB raih medali emas pertama di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel