Atlet panjat tebing optimistis dapat berlaga di Olimpiade Paris 2024

·Bacaan 2 menit

Dua atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu dan Veddriq Leonardo optimistis cabang olahraga yang mereka geluti dapat menyumbangkan medali di Olimpiade Paris 2024.

Panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga baru yang debut di Olimpiade Tokyo. Namun, Indonesia belum dapat berpartisipasi dalam pertandingan.

Panjat tebing pada Tokyo 2020 hanya mempertandingkan nomor combined atau kombinasi antara lead (panjat tebing dengan belayer), speed (adu cepat) dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali).

Baca juga: Atlet Indonesia raih medali emas di Piala Dunia Panjat Tebing 2021

Hal itu menjadi faktor atlet panjat tebing Indonesia, yang banyak memenangi kejuaraan dunia dan memegang rekor dunia untuk nomor speed, tidak dapat menembus ajang pra-kualifikasi.

Sementara, pada Olimpiade Paris 2024 cabang olahraga panjat tebing akan mempertandingkan nomor speed.

"Kalau untuk saya pribadi melihat Olimpiade Paris 2024 Inshaallah untuk di speed itu kita bisa, memang targetnya dari dulu memang ke Olimpiade," ujar Aries, juara Piala Dunia Panjat Tebing IFSC Climbing World Cup 2018 dan 2019, dalam diskusi virtual FMB9, Senin.

"Karena memang baru pertama kali Olimpiade untuk panjat tebing ini nomor combined di mana tiga nomor itu jadi satu. Tapi kalau untuk 2024 ada combined dan speed di mana Indonesia untuk di speed Inshaallah bisa."

Baca juga: Atlet panjat tebing pecah rekor di AS, Menpora puji pembinaan PB FPTI

Sementara, untuk pembinaan atlet, peraih emas Asian Games 2018 yang juga pemegang rekor dunia nomor speed putri 6,995 detik itu mengatakan pelatnas akan terus berlanjut hingga 2024.

Hal senada juga disampaikan Veddriq. Untuk nomor lead dan boulder, menurut pemegang rekor dunia nomor speed putra 5,208 detik itu, saat ini pelatnas sedang mempersiapkan atlet junior berusia 16 sampai 17 tahun.

"Nanti di tahun 2024 mereka juga Inshaallah akan siap di Paris 2024 di nomor lead and boulder," kata Veddriq, yang belum lama ini menjuarai IFSC Climbing World Cup 2021 di Amerika Serikat.

"Memang kita punya peluang di situ di nomor speed, kita yakin kita optimis bisa meraih podium di situ," dia menambahkan.

Baca juga: Panjat tebing Indonesia jaring bibit atlet untuk "lead" dan "boulder"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel