Atlet PON Sumut sudah 100 persen divaksin COVID-19

·Bacaan 1 menit

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, sudah melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap atlet daerah itu yang akan berlaga di Pekan Olahraga nasional (PON) XX Papua.

Wakil Sekretaris KONI Sumut, Mesnan, di Medan, Senin, mengatakan, KONI sudah melakukan vaskinasi terhadap atlet, pelatih dan ofisial yang akan berangkat ke Papua untuk mengikuti PON XX.

"Sudah 100 persen, baik vaksin tahap I maupun tahap II. Bukan hanya atlet, pelatih dan semua ofisial juga sudah divaksin. Vaksinasi yang dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumut," katanya.

Baca juga: Tim sepak bola Sumut terus matangkan persiapan hadapi PON Papua

Menurut dia, vaksin COVID-19 merupakan syarat mengikuti PON XX, jika tidak maka atlet, pelatih tidak diizinkan mengikuti acara empat tahunan terakbar di Indonesia itu.

Meski atlet maupun ofisial sudah divaksin, ia meminta selama persiapan di Pelatda tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta tidak berkerumun.

Karena jika sampai terpapar COVID-19, atlet akan rugi dan sia-sia persiapan yang selama ini dilakukan karena terancam tidak bisa ikut PON.

Baca juga: Atlet Panjat Tebing Sumut siap bersaing di PON Papua

"Selalu memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Jangan sampai persiapan yang sudah matang jadi berantakan karena terpapar COVID-19. Beberapa hari sebelum berangkat atlet juga wajib mengikuti tes PCR," katanya.

KONI Sumut pada PON Papua nanti akan memberangkatkan 186 atlet dari berbagai cabang olahraga.

"Para atlet sudah masuk Pelatda penuh. Nama-nama yang sudah terdaftar juga tidak bisa diganti-ganti lagi. Makanya para atlet kami harapkan tetap bisa menjaga kesehatannya dan terhindar dari cedera selama Pelatda," kata Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis.

Baca juga: KONI Sumut siapkan 186 atlet hadapi PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel