Atlet selam laut Jatim sabet emas meski terkendala arus kencang

·Bacaan 2 menit

Atlet selam laut Mohammad Syamsul Arifin menambah pundi-pundi emas Jawa Timur setelah memenangi nomor orientasi bawah air (OBA) M Course Putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua meski mengalami kendala arus kencang dan visibilitas bawah air.

"Alhamdulillah, memang di sini arusnya agak kencang, visibility juga kurang baik, tapi Alhamdulillah tadi pas kebetulan arus agak tenang, terus visibility juga agak lumayan sekitar 7 meter," kata Syamsul kepada Antara usai Upacara Penghormatan Pemenang di arena selam laut Teluk Yos Sudarso Jayapura, Rabu.

Cuaca Papua, menurut Syamsul, juga menjadi tantangan dalam menyelesaikan pertandingan. Selain panas, cuaca yang cepat sekali berubah dapat berdampak buruk bagi kondisi tubuh. "Artinya, daya tahan yang sangat dibutuhkan di sini," ujar dia.

Ini menjadi kali pertama bagi Syamsul mendapatkan emas setelah pada PON sebelumnya ia harus puas dengan medali perunggu. Persiapan untuk membawa pulang medali juga tak tanggung-tanggung. Hampir dua tahun lebih Syamsul di bawah Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur untuk melakukan persiapan.

Baca juga: Baru pertama ikut PON, Suci langsung sumbang emas selam laut untuk DKI
Baca juga: Sempat alami kram, Alexander berhasil sabet emas selam laut untuk DKI

Dia juga mengikuti program pemusatan latihan daerah Puslatda New Normal (PNN) selama pandemi COVID-19.

"Jadi setelah PON 2016, sempat tertunda PON satu tahun, tapi tetap dua tahun lebih kita melakukan persiapan di Jawa Timur," tutur Syamsul.

"Latihan intensif kami PNN hampir satu tahun, sejak ada COVID-19 itu kita benar-benar latihan tertutup, tidak bisa kemana-mana, tapi tetap latihan," tambahnya.

Syamsul finis dalam waktu 11:41,17 dengan nilai rambu 501 dan nilai deviasi 731. Memiliki total nilai 1232, Syamsul berada di urutan pertama mengungguli wakil Sulawesi Selatan Abdul Rahman yang mencatatkan total nilai 501 untuk meraih medali perak.

Sementara wakil Bali Mohamad Alfian Rosyadi membawa pulang medali perunggu dengan mencatatkan total nilai 500.

Cabang olahraga selam laut mempertandingkan delapan nomor yang akan bergulir selama empat hari, mulai Senin (11/10) hingga Kamis (14/10).

Baca juga: Sabar jadi kunci Annisa kembali sumbang emas selam laut untuk Papua
Baca juga: Athalarik incar pelatnas usai gondol emas selam laut
Baca juga: Jawa Barat tambah emas lewat selam laut 3.000 meter finswimming putra

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel