Atlet Senam Eropa Tes Ranjang Anti Seks Olimpiade Tokyo, Ini Hasilnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Atlet senam Irlandia, Rhys McClenaghan melakukan ujicoba sendiri terkait mitos seputar ranjang di Olympic Village di Olimpiade Tokyo 2020. Ada rumor berhembus terkait ranjang Olympic Village (Desa Olimpiade) yang dikabarkan ranjang anti seks.

Sejak penyelenggara mengungkapkan para atlet di Olympic Village akan tidur di ranjang yang terbuat dari karton daur ulang, serangkaian desas-desus muncul. Dikatakan bahwa ranjang dirancang sedemikian rupa untuk menghindari hubungan seks antara atlet.

Pasalnya, rumornya ranjang tersebut akan roboh jika berada dalam tekanan tidak wajar. Hal inilah yang coba dibuktikan Pesenam Irlandia Rhys McClenaghan jelang Olimpiade Tokyo dimulai. Dia mengujinya dengan melompat-lompat di atasnya.

"Dalam episode berita hoaks Olimpiade, ini ranjang yang dimaksudkan untuk anti-seks. Ranjang ini katanya terbuat dari karton dengan tujuan agar roboh jika ada gerakan tiba-tiba," kata McClenaghan dalam sebuah video di akun twitter.

McClenaghan kemudian melompat-lompat di tempat tidurnya, meneriakkan "itu berita palsu". Pasalnya, ranjang tersebut tetap kokoh dan tidak roboh meski beberapa kali digunakan oleh McClenaghan untuk melompat-lompat.

Sebelumnya, Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kasur anti seks di Desa Olimpiade Tokyo 2020. Semua itu bermula dari kicauan pelari jarak jauh Amerika Serikat, Paul Chelimo. Dia mengatakan, hubungan seks di kampung atlet adalah hal yang dihindari penyelenggaraan Olimpiade kali ini karena situasi pandemi COVID-19.

Paul Chelimo pun menjelaskan, kasur yang berada di wisma atlet pun didesain hanya untuk satu orang. Sehingga, jika dibebani berat dua orang, kasur yang terbuat dari kardus itu akan rubuh. "Kasur yang ada di Kampung Atlet Olimpiade dibuat dari kardus, ini untuk menghindari keintiman di antara atlet," ucap Chelimo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel