Atlet tuan rumah rebut emas pertama Peparnas Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet tuan rumah merebut medali emas pertama Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua dari cabang olahraga para-atletik yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu pagi.

Abraham Elopere dari Papua memenangi nomor 1500 meter putra T20 cabang para-atletik dengan catatan waktu 4 menit 22,63 detik.

Di urutan kedua atau peraih perak, Nasrodin dari Jawa Tengah dengan catatan waktu 4 menit 24,52 detik, sedangkan juara ketiga atau perunggu diraih Leksi Kase dari Nusa Tenggara Timur dengan waktu 4 menit, 24,52 detik.

Nomor 1500 meter putra T20 diikuti oleh 19 atlet, tetapi hanya 14 atlet yang mampu menyelesaikan perlombaan hingga garis finis.

Baca juga: Round up - Pembukaan yang penuh makna awali Peparnas XVI di Papua
Baca juga: Kode khusus cabang atletik di Peparnas

Tercatat ada 11 provinsi yang mengirimkan atlet di nomor tersebut, yakni Papua (3 atlet), Jawa Tengah (1 atlet), Nusa Tenggara Timur (3 atlet), Gorontalo (2 atlet).

Kalimantan Selatan (2 atlet), Riau, (2 atlet), Kalimantan Utara (2 atlet), kemudian Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah masing-masing satu atlet.

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing
pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November.

Para atlet akan berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Stadion Mahacandra siap gelar Peparnas cabang olahraga sepak bola CP
Baca juga: Ketua NPC puji Presiden dan Menpora atas dukungan Peparnas Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel