Atlet Voli Afghanistan Mahjabin Hakimi Dipenggal Taliban, Keluarga Membantah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga membantah jika Mahjabin Hakimi dibunuh Taliban. Sebelumnya, atlet voli Afghanistan itu dikabarkan dipenggal oleh Taliban.

Suraya Afzali, pelatih voli Mahjabin Hakimi, sebelumnya mengklaim pemainnya itu terbunuh awal Oktober 2021 dan foto-foto kepalanya yang terpenggal telah muncul di media sosial. Klaim itu dikabarkan Independen Persia dan diambil oleh outlet media di seluruh dunia.

Namun, seperti dilaporkan Alt News, keluarga menyatakan Mahjabin Hakimi tidak dibunuh oleh Taliban. Seorang anggota keluarga mengatakan dia meninggal pada 6 Agustus lalu. Kerabat itu juga membagikan foto batu nisan Mahjabin yang memiliki tanggal kematiannya tertulis di atasnya.

Skandar Hakimi, kakak Mahjabin, mengubah profil Facebook miliknya menjadi lingkaran hitam pada 7 Agustus lalu. Dalam kolom komentarnya, seseorang menulis: "Kami berdoa untuk saudara perempuanmu."

Pada 9 Agustus, Skandar mengunggah foto adiknya itu dengan perlengkapan militer. "Saya akan selalu bangga padamu, saudariku," ucapnya dalam keterangan foto.

Beberapa pengguna media sosial mempertanyakan laporan media tentang kematian Mahjabin Hakimi. Mereka menunjukkan wanita itu meninggal pada minggu pertama Agustus, sebelum Taliban menguasai Kabul, Afghanistan.

Berita menyesatkan

Aksi sekelompok wanita saat berunjuk rasa di Herat, Afghanistan, Kamis (2/9/2021). Para pengunjuk rasa mendesak Taliban menghormati hak-hak kaum perempuan, termasuk menempuh pendidikan. (AFP Photo)
Aksi sekelompok wanita saat berunjuk rasa di Herat, Afghanistan, Kamis (2/9/2021). Para pengunjuk rasa mendesak Taliban menghormati hak-hak kaum perempuan, termasuk menempuh pendidikan. (AFP Photo)

Wartawan India Deepa K. Parent melalui akun Twitter miliknya mengatakan sudah berbicara dengan keluarga Mahjabin. "Teman-teman, berbicara dengan anggota keluarga Ms. Hakimi dan telah menghapus tweet tentang kematiannya. Harap pertimbangkan permintaan keluarga dan hapus juga. Berita tentang penyebab kematiannya menyesatkan. Mohon doanya untuk kedamaiannya," kata Deepa.

Mantan kepala Tolo News Miraqa Popal, aktivis hak-hak perempuan Afghanistan Wazhma Frogh, dan Zaki Daryabi, seorang reporter di Etilaatroz, mengklaim kematian Mahjabin disebabkan bunuh diri. Popal menulis bahwa Mahjabin meninggal 10 hari sebelum Taliban mengambil alih Kabul. Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus.

Namun, pengguna Twitter Raihana Hashimi, yang mengaku mengenal Mahjabin secara pribadi, mengatakan, "Dia adalah anggota Komando Tentara Nasional Afghanistan dan dibunuh oleh mertuanya 10 hari sebelum Taliban (mengambil alih Kabul)."

Alt News juga berbicara dengan seseorang yang pernah melatih Mahjabin sebagai atlet voli. "Pada 2015, dia adalah bagian dari tim saya. Tim ini memainkan pertandingan antarkota di liga non-kompetitif. Pada 2016, saya meninggalkan Afghanistan. Sampai saat itu dia belum bermain untuk tim nasional," ucapnya.

Keterangan keluarga

Setelah mencari-cari profil Skandar, Alt News bisa terhubung dengan anggota keluarga Mahjabin melalui panggilan telepon. Aktivis Afghanistan yang berbasis di Kanada, Farishta Barez, membantu situs berita ini berkomunikasi dengan menafsirkan Dari Persia, salah satu dialek terkemuka di Afghanistan.

Kerabat itu membenarkan bahwa Skandar adalah saudara Mahjabin. Dalam percakapan itu terungkap bahwa Mahjabin bertunangan dengan salah satu Majid Khan pada 2020. Sejak itu, dia tinggal di rumah tunangannya di Kabul. Mahjabin akan menikah tak lama sebelum kematiannya.

Lebih lanjut kerabat itu mengungkapkan bahwa Mahjabin mendapat beasiswa dari Amerika Serika. Hal ini yang menjadi penyebab konflik dengan mertuanya. Alt News telah menghubungi tunangan Mahjabin, tetapi belum mendapat respons.

"Dia tidak dibunuh oleh Taliban pada bulan Oktober. Kematian Mahjabin terjadi pada 6 Agustus dan tubuhnya ditemukan di kamar mandi tunangannya di Kabul," kata anggota keluarga Mahjabin.

"Dia mengklaim Mahjabin mencekik dirinya sendiri sampai mati. Namun, keluarga kami mencurigai adanya tindakan curang yang dilakukan oleh mertuanya."

Kerabat itu juga membagikan foto nisan Mahjabin. Batu nisan itu bertuliskan, "Makam almarhumah Mahjabin Hakimi putri Mohammad Sarwar Hakimi yang bergabung dengan rahmat Allah pada Jumat malam, 15/5/1400 (kalender Persia) pada usia 25 tahun."

Berbicara tentang Mahjabin, kerabat itu berkata, "Mahjabin adalah panutan bagi gadis dan wanita muda. Sama seperti ayahnya, Md Sarwar Hakimi, dia tertarik pada olahraga seperti bola voli dan bola basket. Sejak 2015, Mahjabin bekerja di Kementerian Dalam Negeri."

Kesimpulan investigasi Alt News

Alt News dalam penyelidikannya menemukan bahwa kematian Mahjabin Hakimi disebabkan bunuh diri atau mertuanya berperan dalam kematiannya, seperti yang diklaim keluarganya. Keluarga tidak percaya Taliban terlibat.

Meski tidak bisa memverifikasi penyebab atau keadaan kematiannya, Alt News menyimpulkan bahwa Mahjabin meninggal pada 6 Agustus dan bukan Oktober seperti yang dilaporkan Independent Persia dan beberapa media India.

Selanjutnya, foto jenazahnya yang dibagikan oleh ayahnya membuktikan bahwa Mahjabin tidak dipenggal. Dia memiliki tanda merah yang terlihat di tenggorokannya.

Alt News juga mendapatkan akses ke foto kartu undangan acara zikir yang dibuat oleh keluarga Mahjabin. Acara berlangsung pada 22 Agustus. Foto Mahjabin di kartu undangan cocok dengan salah satu foto yang dibagikan kerabatnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel