ATP selidiki dugaan kekerasan oleh Zverev

·Bacaan 2 menit

Badan Tenis Putra ATP pada Senin mengatakan telah melakukan penyelidikan internal atas dugaan kekerasan domestik oleh petenis Jerman Alexander Zverev terhadap mantan kekasihnya Olga Sarypova.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah online Slate pada 25 Agustus, Sharypova mengatakan Zverev secara fisik dan emosional telah melakukan kekerasan selama hubungan mereka.

Petenis nomor empat dunia dan peraih medali emas Olimpiade itu berulang kali membantah tuduhan tersebut dan tidak ada tuntutan yang diajukan.

"Saya selalu mendukung penuh kebijakan ATP atas kekerasan dalam rumah tangga," ujar Zverev dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman resmi Reuters, Selasa.

"Selain itu, saya menyambut baik penyelidikan ATP dalam masalah ini dan kami telah meminta ATP untuk memulai penyelidikan independen selama berbulan-bulan."

Baca juga: Menangi Cincinnati, Zverev geser Rafael Nadal dalam peringkat ATP
Baca juga: Tim Eropa untuk keempat kali berturut-turut juarai Piala Laver

Petenis 24 tahun itu dengan tegas membantah telah melakukan kekerasan terhadap Sarypova dan ia mengatakan pada 27 Agustus pengacaranya telah memulai tindakan hukum terhadap pembuat tuduhan tersebut.

Majalah online Slate mengatakan pihaknya mendukung pelaporan yang adil dan akurat.

ATP mengatakan, penyelidikan internal saat ini sedang berlangsung atas tuduhan terhadap Zverev pada turnamen ATP Masters 1000 di Shanghai pada 2019.

"Tuduhan yang diajukan terhadap Alexander Zverev serius dan kami memiliki tanggung jawab untuk mengatasinya," ujar Kepala Eksekutif ATP Massimo Calvelli dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap penyelidikan yang kami lakukan akan memungkinkan untuk mendapatkan fakta dan menentukan tindak lanjut yang tepat. Kami memahami Zverev menyambut baik penyelidikan kami dan mengakui bahwa dia telah membantah semua tuduhan."

ATP juga telah menerima laporan tinjauan independen yang ditugaskan sebelumnya pada 2021 mencakup topik-topik pencegahan, pelaporan, dan penyelidikan penyalahgunaan, serta tindakan disipliner.

Reuters belum melihat laporan tersebut.

"Sebagai sebuah organisasi, kami menyadari perlunya berbuat lebih banyak untuk memastikan semua orang yang terlibat dalam tenis profesional merasa aman dan terlindungi," tambah Calvelli dari ATP.

Baca juga: Emma Raducanu ikuti Indian Wells dengan tiket wildcard
Baca juga: Naomi Osaka dipastikan absen di Indian Wells 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel