Atraksi Donat Buruk untuk Mesin dan Gearbox

Norman Fischer
·Bacaan 2 menit

Setelah menyelesaikan lomba Grand Prix Abu Dhabi, balapan terakhir Kejuaraan Dunia Formula 1 2020, 13 Desember lalu, duet Tim Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, melakukan atraksi spesial untuk perayaan penutupan musim.

Mereka melakukan manuver memutar mobil dengan ban depan sebagai poros atau yang dikenal dengan istilah donat – karena ban belakang dan bodi mobil berputar membentuk lingkaran seperti kue donat – hingga beberapa kali dari garis start sampai finis trek utama Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Hamilton menempati posisi ketiga di GP Abu Dhabi yang tidak lagi memengaruhi posisinya sebagai juara dunia F1 2020. Adapun Bottas finis di P2 di belakang Max Verstappen (Red Bull Racing) yang memenangi lomba GP Abu Dhabi.

Saat itu, baik Hamilton maupun Bottas mungkin berpikir komponen-komponen Mercedes F1 W11 mungkin takkan lagi dipakai setelah musim 2020 berakhir. Faktanya tidak demikian. Banyak komponen yang sejatinya masih bisa digunakan, di antaranya mesin dan gearbox.

“Itu (atraksi donat) sangat tidak bagus,” kata James Vowles, Chief Strategist Tim Mercedes-AMG Petronas, saat ditanya seberapa buruk aksi donat terhadap komponen-komponen mobil, utamanya mesin.

“Saat melakukan gerakan berputar, Anda pasti akan menekan pedal gas sampai mesin meraung mendekati batas maksimal putaran,” tutur pria yang juga menjadi race engineer.

“Untuk transmisi (gearbox), tergantung dari cara Anda menekan pedal gas. Jika bertahan, masih cukup aman.”

Baca Juga:

Jean Todt: Dominasi Mercedes Lebih Baik daripada Ferrari Empat Pilar yang Bikin Mercedes Berkomitmen pada F1

Vowles menjelaskan, tidak ada kerusakan permanen pada sistem transmisi Mercedes F1 W11 setelah manuver donat Hamilton dan Bottas tersebut. Namun, manuver donat tetap tidak disarankan untuk dilakukan karena tak baik juga untuk konstruksi gearbox.

“Mobil-mobil kami didesain agar ban belakang mampu berputar (di tempat) selama 30 detik sampai satu menit,” ujar Vowles.

Mercedes saat itu juga masih harus memikirkan mobil untuk tes para pembalap muda mereka, dua hari usai GP Abu Dhabi. Tetapi, Vowles menyebut bila komponen mobil untuk tes tersebut berbeda dengan yang dipakai Hamilton dan Bottas untuk balapan.

Saat Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas melakukan atraksi donat, ada yang hilang dari lomba penutup F1 2020 itu. Peringkat ketiga – Hamilton teratas klasemen akhir dan Bottas runner-up – Max Verstappen, tidak melakukannya.

Mercedes lalu sempat menanyakannya kepada Tim Red Bull Racing. “Saya kira cuma masalah kesalahan komunikasi. Red Bull dan Verstappen lupa untuk melakukannya,” tutur Vowles.