Aturan Baru Kapolri soal Pembuatan SIM, DPR Minta Konsisten dan Jaga Kualitas

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman menilai, keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempermudah pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan kebijakan bagus.

"Saya setuju saja, itu kebijakan bagus, asalkan konsisten dan berorientasi pada pelayanan dan juga jangan lupa kualitas," kata Benny kepada wartawan, Jumat (4/11).

Benny meminta kepolisian harus benar-benar memberikan SIM tersebut kepada masyarakat yang telah memenuhi syarat. Misalnya, mereka yang telah lulus ujian penerbitan SIM.

"SIM itu diberikan keoada mereka yg telah memenuhi syarat. Permudah untuk mereka yang telah memenuhi syarat, sudah lulus tes untuk dapat SIM," ujarnya.

Benny menyebut Polri juga harus mengutamakan melindungi masyarakat serta menciptakan rasa aman dan damai. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu tugas utama Korps Bhayangkara.

"Melindungi masyarakat. Ciptakan rasa aman dan damai di masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membuat aturan yang membolehkan warga gagal tes ujian pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) mengulang di hari yang sama.

Instruksi tersebut dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2386/X/YAN.1.1./2022 tanggal 31 Oktober 2022 yang ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

"Bagi peserta yang dinyatakan tidak lulus ujian penerbitan SIM, dapat langsung melaksanakan ujian ulang pada hari itu juga atau dalam kurun waktu 14 hari kerja terhitung mulai tanggal dinyatakan tidak lulus," demikian bunyi poin arahan Sigit dalam surat telegram tersebut, dikutip Rabu (2/11). [tin]