Aturan Emisi Euro 4 Diundur Tahun Depan, Ini Alasannya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Industri otomotif nasional sedang bersiap menyongsong standar emisi Euro 4, demi mengurangi kerusakan lingkungan akibat gas buang dari kendaraan bermotor.

Saat ini persiapannya masih terus dilakukan oleh pemerintah. Awalnya standar tersebut akan mulai diberlakukan pada bulan ini, namun kemudian diundur menjadi tahun depan.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang membuat penundaan harus dilakukan.

Faktor yang dimaksud salah satunya masih belum pulihnya pasokan suku cadang dan komponen kendaraan berstandar Euro 4 yang didatangkan dari luar negeri, karena dampak dari adanya pandemi.

Kemudian, kendaraan berbobot lebih dari 3,5 ton juga harus menjalani pengujian di luar negeri. Sebab, fasilitas yang ada di Tanah Air saat ini hanya bisa menangani bobot di bawah itu.

“Pengujian kendaraan diesel di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri, seperti di Jepang dan Jerman,” ujarnya saat konferensi pers virtual yang diadakan oleh Isuzu Astra Motor Indonesia, dikutip VIVA Otomotif Rabu 28 April 2021.

Faktor berikutnya yakni terkait masih terbatasnya tenaga ahli untuk pengembangan teknologi Euro 4, baik dari sisi produksi maupun uji coba. Terakhir, adanya teknologi tambahan akan membuat harga jual menjadi sedikit lebih mahal, yang bakal dianggap memberatkan oleh sebagian pembeli.

Meski demikian, Isuzu mengaku bahwa saat ini mereka sudah siap menghadapi era standar emisi Euro 4. Hal itu diungkapkan oleh General Manager Product Development IAMI, Tonton Eko.

“Kesiapan ini kami pecah dalam tiga kategori, yaitu produk, layanan purna jual dan fasilitas pendukung seperti karoseri serta mitra pembiayaan,” tuturnya.

Terkait produk, sejak 2011 Isuzu sudah menghadirkan teknologi commonrail yang menjadi basis dari Euro 4. Demikian pula dengan layanan purna jualnya, di mana mereka telah menyiapkan tenaga ahli serta ratusan bengkel berjalan.

“Untuk leasing partner, kami memiliki enam pilihan yang sudah bekerja sama dengan Isuzu. Jadi, konsumen tidak perlu khawatir,” ungkapnya.