Aturan investasi berkelanjutan UE butuhkan data perusahaan lebih baik

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Aturan Uni Eropa (UE) yang bertujuan untuk mendefinisikan investasi berkelanjutan akan membantu mengurangi "greenwashing" oleh bisnis, tetapi data perusahaan yang lebih berkualitas diperlukan untuk memastikan mereka bekerja secara efektif, sebuah laporan perbankan mengatakan pada Selasa.

Peraturan keuangan berkelanjutan akan mengklasifikasikan investasi yang dapat dipasarkan sebagai investasi berkelanjutan, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengarahkan uang tunai yang sangat dibutuhkan ke dalam proyek-proyek rendah karbon untuk mencapai tujuan iklim blok tersebut.

Dari Januari hingga Agustus 2020, 26 pemberi pinjaman terbesar di kawasan ini menguji kerangka kerja Uni Eropa di berbagai proses perbankan inti, termasuk perbankan ritel, pembiayaan perdagangan, dan pinjaman ke perusahaan kecil.

Baca juga: Energi terbarukan ambil alih bahan bakar fosil dalam listrik UE 2020

Sebagai penyedia utama keuangan untuk perusahaan di seluruh Uni Eropa, kemampuan sistem perbankan untuk melacak dan melaporkan apakah aktivitas perusahaan berkelanjutan atau tidak, terbukti sangat penting dalam menilai keberhasilan aturan atau sebaliknya.

Para pemberi pinjaman menyambut baik peraturan tersebut saat mereka berusaha menyelaraskan bisnis mereka dengan transisi ke ekonomi rendah karbon, menurut laporan dari Prakarsa Keuangan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Federasi Perbankan Eropa.

Namun, mereka juga mengangkat sejumlah masalah, banyak di antaranya terkait dengan data dan mungkin memerlukan tahapan dalam persyaratan pelaporan.

Meskipun banyak perusahaan besar sudah diwajibkan untuk mengungkapkan informasi lingkungan dan sosial tertentu menurut undang-undang, sebagian besar nasabah perbankan skala kecil dan menengah tidak, sehingga menghambat penilaian bank atas penyelarasan mereka dengan aturan.

Baca juga: China: kesepakatan investasi UE berikan komitmen mengikat akses pasar

Kekhawatiran atas kualitas, detail, dan standarisasi data juga menjadi masalah ketika melihat pinjaman bank di luar negeri, sesuatu yang akan menjadi lebih kompleks ketika wilayah-wilayah lain meluncurkan peraturannya sendiri.

Bank-bank yang menguji aturan Uni Eropa meminta regulator untuk mencari penyelarasan regulasi global, dan alat yang lebih baik untuk mengelola data dari nasabah, seperti database Uni Eropa terpusat.

Meskipun tidak ada paksaan untuk memberikan pinjaman pada aktivitas yang dapat digolongkan sebagai berkelanjutan, bank melihat keuangan berkelanjutan sebagai area pertumbuhan yang kemungkinan akan menjadi lebih penting di tahun-tahun mendatang jika pembuat kebijakan memperketat undang-undang lingkungan.

Dengan semakin banyaknya investor global yang ingin menjadi pemegang saham perusahaan dengan catatan bagus dalam mengelola risiko lingkungan, bank juga cenderung berupaya mengurangi eksposur mereka terhadap aktivitas yang merugikan lingkungan atau sosial dari waktu ke waktu.

Komisi Eropa diharapkan menyelesaikan bagian dari aturan yang mencakup perubahan iklim dalam beberapa bulan mendatang, sebelum berlaku pada 2022.