Aturan Membuang Sampah di Korea Selatan  

TEMPO.CO, Jakarta - Soal kebersihan, Korea Selatan memang boleh dibilang belum sebersih Jepang atau Singapura. Pengelompokan sampah belum sedetail seperti di Jepang. Hanya saja, jika ingin sampah kita diambil petugas, pastikan semua sampah sudah masuk ke dalam standar plastik sampah yang berlaku di Korea.

Mengutip buku Bujet Pas-pasan Keliling Korea 60 Hari? Bisa!, di plastik-plastik itu tertulis ‘eumshikmul sseuregi bongthu’ yang artinya tempat sampah untuk makanan. Ada pula plastik sampah yang bertuliskan ‘sseuregi bongthu’ yang berarti tempat sampah untuk sampah kering.

Selain itu, di plastik juga tertera peraturan pembuangan sampah, seperti: plastik akan diambil jika plastik sampah ini diikat ujungnya, atau membuang sampah menggunakan plastik lain akan dikenakan denda maksimum 1 juta won.

Plastik sampah terdiri dari dua jenis. Dua jenis tempat sampah ini memiliki warna yang berbeda di tiap-tiap distriknya. Contohnya di Distrik Yongsan, plastik warna putih untuk sampah non-organik dan plastik berwarna kuning untuk sampah organik.

Dengan membeli plastik sampah ini, artinya kita telah membayar biaya pembuangan sampah. Jadi tak heran jika harga plastik sampah ini cukup mahal, yakni sekitar US$ 1 untuk tempat sampah non-organik ukuran 50 liter. Kantong plastik sampah ini bisa dibeli di minimarket, seperti GS25, 7-eleven, Buy The Way, atau Family Mart.

RINI K

Berita Terkini:

Gangnam Style Punya Pesaing Baru, Carrier Style

Rain, ''Meledak'' di Full House

Di Indonesia, Boyband dan Girlband Minim Kualitas

Korea Selatan Ternyata Lebih Kecil dari Pulau Jawa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.