Aturan Penting Memilih dan Mengganti Popok untuk Kesehatan Kulit Bayi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Selama masa pandemi, jumlah kelahiran meningkat 10 persen. Meski disambut bahagia, tak sedikit para orangtua yang khawatir akan kondisi kesehatan anak-anak mereka.

Penyebabnya apalagi kalau bukan Covid-19 yang terus bermutasi. Mereka mencoba mencari cara agar buah hati terbebas dari penyakit tersebut.

"Sebelum pandemi, mereka (para ibu) berkata bahwa tumbuh kembang anakku berjalan secara baik. Sekarang bukan hanya tumbuh kembang anak, tapi juga bagaimana caranya menjauhkan anak dari virus, bakteri. Jadi, bagaimana anak mereka sehat di tengah masalah yang ada," kata dokter Spesialis Anak, Andreas dalam peluncuran Merries Skin Protection yang berlangsung secara daring, Selasa, 12 Oktober 2021.

Salah satu upaya adalah dengan menjaga higienitas. Menurut Andreas, hal itu sangat penting diperhatikan lantaran virus bisa ada di mana-mana, termasuk di kulit.

"Selama second wave, aku menangani sekitar 200 anak yang tertular Covid-19. Itu sangat mengkhawatirkan," tutur dokter Andreas.

"Dari delapan orang yang positif Covid-19, salah satunya anak," imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diganti Setiap Tiga hingga Empat Jam

Peluncuran Merries Skin Protection dari Kao Indonesia yang berlangsung secara daring, Selasa, 12 Oktober 2021 (Liputan6.com/Komarudin)
Peluncuran Merries Skin Protection dari Kao Indonesia yang berlangsung secara daring, Selasa, 12 Oktober 2021 (Liputan6.com/Komarudin)

Dokter Andreas juga mengungkapkan untuk menjaga kulit bayi tetap baik, ia menyarankan agar popok bayi diganti setiap tiga atau empat jam sekali. Aturan itu berlaku meski tidak ada pipis atau kotoran yang ditampung popok.

"Hal itu dilakukan untuk mencegah infeksi yang datangnya dari kotoran, baik berupa air kencing atau air besarnya. Hal itu bisa mengiritasi kulit di sekitar pemakaian popok," kata dokter Andreas.

Ia menyarankan agar orangtua memilih popok yang benar. Artinya, orantua harus memilih popok yang dapat menyerap dengan baik dan kering.

"Kalau basah, maka bisa muncul bakteri, virus, dan jamur. Yang paling sering membuat ruam di sekitaran pemakaian popok adalah infeksi bakteri dan jamur. Itulah yang harus dicegah," kata dokter Andreas.

Popok yang Cocok

Peluncuran Merries Skin Protection dari Kao Indonesia yang berlangsung secara daring, Selasa, 12 Oktober 2021 (Liputan6.com/Komarudin)
Peluncuran Merries Skin Protection dari Kao Indonesia yang berlangsung secara daring, Selasa, 12 Oktober 2021 (Liputan6.com/Komarudin)

Itu pula yang jadi pertimbangan Irish Bella saat memilih popok untuk anak pertamanya, Air Rumi Akbar 1453. "Popok yang tidak cocok secara langsung akan membuat Air rewel sehingga membuatnya stres. Dengan popok yang cocok, maka Air tidak mengalami iritasi, ruam, maupun gatal," kata Irish.

Merries Skin Protection, salah satu brand popok, menawarkan teknologi terbaru untuk memberi perlindungan higienis. "Kami menambahkan satu lagi atribut yang sangat penting, yaitu adanya lapisan antibakteri pada popok bayi dengan ekstrak natural daun teh," ujar Vice President Marketing Kao Indonesia, Susilowati.

Susilowati menjelaskan, ekstrak daun teh meningkatkan daya serap popok dan menjaga sirkulasi udara. Popok juga tetap kering dan antibakteri.

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel