Aturan Wajib Pakai Masker di Pesawat dan Kereta Api Tak Lagi Berlaku di AS

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Presiden AS Joe Biden tidak lagi mewajibkan pemakaian masker di transportasi publik, setelah hakim federal di Florida pada Senin memutuskan instruksi yang telah berlangsung selama 14 bulan itu tidak sah.

Segera setelah pengumuman tersebut, semua maskapai besar seperti American Airlines, United Airlines, dan Delta Airlines, juga kereta api nasional Amtrak memperlonggar pembatasan tersebut yang akan berlaku segera.

Pekan lalu, pejabat kesehatan AS memperpanjang kewajiban memakai masker sampai 3 Mei, mewajibkan para pelancong memakai masker di pesawat, kereta api, dan taksi termasuk kendaraan transit, dengana alasan perlu waktu untuk menilai dampak lonjakan terbaru kasus Covid yang disebabkan virus corona yang menyebar di udara.

Dikutip dari Reuters, Selasa (19/4), para kelompok industri dan anggota parlemen Republik menolak keputusan itu dan ingin pemerintah mengakhiri kewajiban pakai masker secara permanen.

Putusan oleh Hakim Distrik AS Kathryn Kimball Mizelle, yang ditunjuk Presiden Donald Trump, merupakan putusan atas gugatan yang diajukan tahun lalu di Tampa, Florida, oleh sebuah kelompok yang disebut Health Freedom Defense Fund.

Hakim Mizelle mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah melampaui wewenangnya dengan mandat tersebut, tidak meminta komentar publik dan tidak menjelaskan keputusannya secara memadai.

Seorang pejabat AS mengatakan, keputusan pengadilan itu berarti perintah penutupan transportasi umum CDC tidak lagi berlaku. Pemerintah masih dapat memilih untuk mengajukan banding atas putusan tersebut atau meminta penundaan darurat untuk penegakan aturan tersebut.

"Oleh karena itu, TSA (Badan Keamanan Transportasi) tidak akan menegakkan Arahan Keamanan dan Amandemen Darurat yang mengharuskan penggunaan masker di transportasi umum dan pusat transportasi saat ini," jelas pejabat itu dalam sebuah pernyataan.

"CDC merekomendasikan agar masyarakat terus memakai masker di dalam transportasi umum."

TSA akan membatalkan Arahan Keamanan baru yang dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa.

Putusan ini keluar saat infeksi Covid-19 kembali melonjak di AS, di mana 36.251 infeksi baru dilaporkan rata-rata per hari, dan 460 kematian harian, berdasarkan rata-rata tujuh hari - jumlah total kematian Covid-19 yang dilaporkan tertinggi di dunia.

Gedung Putih menyebut keputusan itu "mengecewakan."

CDC AS pertama kali menerbitkan perintah wajib pakai masker di transportasi umum pada Februari 2021. TSA lalu menerbitkan direktif atau arahan keamanan untuk penegakan perintah CDC tersebut. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel