Audi Marissa Melahirkan Bayi Prematur, Begini Pencegahannya

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVAAudi Marissa dan sang suami, Anthony Xie tengah berbahagia dengan kehadiran anak pertamanya. Meski begitu, bayi mungil keduanya belum dapat ditunjukkan di media sosial lantaran masih dalam inkubator.

Perawatan bayinya di inkubator, kata Audi, dipicu dari kelahirannya yang prematur. Dalam unggahan instagramnya, Audi hanya menampilkan foto USG sang anak.

“7 April 2021 - Pkl 00:21 WIB. Telah lahir anak pertama kami seorang putra yang sangat kuat. ‘Anzel Maverick Xie’ secara prematur di usia kandungan 31 Minggu 4 Hari. Tapi kami sangat bersyukur baby Anzel semua organnya baik & bagus. Tapi masih terus harus dipantau di ruang NICU. Jadi mama belum bisa peluk langsung. Maaf om tante online belum bisa kasih liat keadaan bao bao skg karena masih dirawat dalam inkubator,” tutur Audi Marissa.

Lantas, apa saja pemicu dan pencegahan bayi prematur? Berikut faktanya dikutip dari berbagai sumber.

Penyebab

Bayi lahir prematur merupakan kelahiran yang belum cukup bulannya di usia kehamilan 38 minggu ke atas. Banyak hal yang bisa memicu bayi lahir prematur, salah satunya nutrisi ibu.

Spesialis Kandungan dan Kebidanan Dr. dr. Ali Sungkar SpOG(K), mengatakan bahwa kehamilan dengan kondisi malnutrisi atau kekurangan gizi, dapat membahayakan kesehatan ibu dan anak apabila tidak ditangani dengan baik. Sebab, bayi bisa lahir kecil atau lahir prematur.

"Ada dua bahayanya, bayi lahir kecil atau lahir prematur. Kalau bayi lahir kecil tubuhnya tidak berkembang lagi, sedangkan bayi lahir prematur di mana lahir di usia yang belum matang sehingga banyak risiko yang mengintai," kata dokter Ali.

Bayi yang lahir kurang bulan, kata dokter Ali, banyak memengaruhi organ seperti paru, jantung, ginjal, imunologi, sistem saraf pusat, mata, kardiovaskular, dan hematologi. Nyatanya, lndonesia menempati peringkat 5 di antara negara-negara dengan jumlah kelahiran prematur terbesar dengan angka 675.700 bayi di tahun 2010.

Untuk menghasilkan janin yang sehat, ibu membutuhkan persiapan kehamilan yang tepat. Dimulai dari niat, lalu dibarengi kerja nyata melalui usahanya.

"Janin harus dipersiapkan mulai dari awal kehamilan. Ibu harus makan yang tepat dengan sumber porsi piringku," ujar Neonatologist di RSCM Kiara Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), beberapa waktu lalu.

Apa saja pencegahannya? Berikut yang ahrus diperhatikan oleh para wanita.

Porsi piring tepat

Menurut dokter Rina, kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah serta susu harus terpenuhi pada saat masa kehamilan. Adapun kebutuhan protein pada ibu hamil harus terdiri dari dua jenis yaitu hewani dan nabati.

"Semua protein harus dikonsumsi yang mencakup hewani seperti ikan, ayam, dan sapi. Selain itu, protein nabati meliputi tahu, tempe, dan sebagainya," kata dia.

Sumber lemak baik

Untuk sumber lemak, lanjut Dokter Rina, ternyata memerlukan seleksi yang lebih ketat untuk dikonsumsi. Nyatanya, proses menggoreng makanan pun bisa menjadi sumber lemak baik bagi tubuh ibu hamil. Sebab, sumber makanan sehat, tidak melulu harus diolah dengan cara direbus

"Proses memasak dengan menggoreng dengan minyak, itu bisa menjadi sumber lemak baik. Asal minyaknya tidak dipakai berulang kali. Ditambah kalau jenis makanan yang digoreng yaitu ikan, itu tambah baik sumber lemaknya,

Zat besi dan nutrisi mikro lain

"Zat besi sangat penting untuk tumbuh kembang janin, untuk proses berpikir serta dibutuhkan bayi selama masa menyusui," ujar dokter Ali.

Untuk itu, agar meminimalisasi risiko yang tidak diharapkan, ibu hamil dianjurkan segera mengunjungi fasilitas kesehatan di awal kehamilan. Dengan begitu, kondisi ibu hamil bisa terpantau dan mendapatkan kebutuhan nutrisi yang tepat.

"Kebutuhan ibu hamil bertambah 300 kalori dari kebutuhan normal. Ibu perlu memastikan asupan makanannya mengandung zat-zat gizi penting seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin 812, asam folat, dan iodine," kata Ali.