Audiobook Storytel masuk ke Indonesia tahun ini

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 2 menit

Layanan audiobook Storytel memperluas jangkauan mereka ke Indonesia, diperkirakan akan hadir secara resmi pada pertengahan kedua tahun ini.

Dalam keterangan pers, dikutip Sabtu, Storytel menyatakan sudah menunjuk pimpinan perusahaan sebagai persiapan masuk ke Indonesia tahun ini.

"Penunjukan Country Manager merupakan awal yang penting dari rencana peluncuran layanan Storytel di Indonesia yang tugasnya adalah untuk memperkenalkan konsep audiobook agar bisa diterima oleh masyarakat. Diharapkan nantinya buku-buku dalam bahasa Indonesia akan memperkaya database layanan audiobook Storytel yang saat ini telah menjangkau hampir 340 juta pengguna di kawasan Asia Pasifik," kata Manajer Regional Storytel Asia Pasifik, Elin Torstensson.

Baca juga: Facebook siapkan fitur podcast dan Soundbites

Baca juga: Facebook ingin kembangkan platform audio mirip Clubhouse

Storytel secara resmi menunjuk Indriani Widyasari sebagai Country Manager di Indonesia, yang memiliki rekam jejak di bisnis digital antara lain Zilingo Indonesia dan Paktor.

"Saya sangat senang mengikuti tren audiobook global yang kuat dan telah diadopsi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia dalam waktu dekat. Oleh karenanya, Storytel telah mempersiapkan dan terus melakukan edukasi mengenai platform audiobook streaming yang dapat didengarkan sambil bersantai, berolahraga atau pulang pergi kerja, atau sembari melakukan aktivitas lain yang nantinya akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata Indriani.

Layanan berlangganan audiobook dan streaming e-book asal Swedia ini sudah hadir di Asia Pasifik sejak 2017, dimulai dari India.

Di Asia, Storytel juga melayani Singapura, Thailand dan Korea Selatan.

Mereka merasa optimistis audiobook akan menjadi trend baru diantara penyuka buku di Indonesia tahun ini. Audiobook diharapkan bisa memperkuat pasar dan memberi peluang baru baik bagi penulis maupun penerbit buku.

Pasar audiobook secara global mencapai 4,7 miliar dolar Amerika Serikat dan akan tumbuh 15 persen per tahun hingga 2030.

Menurut Storytel, popularitas e-book dan audiobook meningkat selama beberapa tahun terakhir karena mudah diakses melalui gawai.

Baca juga: Rekomendasi #dirumahaja penuh faedah, baca skenario hingga audiobook

Baca juga: Buku audio bantu anjing tenang saat ditinggal