Aung San Suu Kyi Kembali Dihukum 7 Tahun Penjara, Total Sudah Divonis 33 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengadilan di Myanmar hari ini menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap pemimpin sipil Aung San Suu Kyi atas tuduhan korupsi setelah proses pengadilan selama 18 bulan.

Suu Kyi, 77 tahun, sudah menjadi tahanan militer sejak peristiwa kudeta pada 2021. Pengadilan yang berada di bawah kekuasaan junta militer menetapkan dia bersalah atas kasus korupsi hingga penggunaan walkie-talkie ilegal dan melanggar pembatasan Covid-19.

Keputusan pengadilan hari ini membuat Peraih Nobel Perdamaian itu total sudah divonis 33 tahun penjara.

"Semua kasusnya sudah selesai dan tidak ada lagi tuntutan terhadapnya," kata seorang sumber pengadilan yang enggan diketahui namanya karena dilarang berbicara kepada media kepada kantor berita AFP.

Dalam pengadilan terakhir hari ini Suu Kyi didakwa melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan merugikan uang negara dengan memberi izin kepada Win Myat Aye, anggota kabinet di mantan pemerintahan Suu Kyi untuk menyewa, membeli helikopter.

Dakwaan terhadap Aung San Suu Kyi sebelumnya membuat dia total sudah menerima vonis 26 tahun bui.

Dengan selesainya pengadilan terhadap Suu Kyi maka kini terbuka kemungkinan dia boleh menerima kunjungan dari orang lain yang selama ini dilarang sejak dia ditahan.

Junta militer sudah berulang kali menolak permohonan siapa pun yang ingin mengunjungi Suu Kyi, termasuk dari ASEAN. [pan]