Aung San Suu Kyi Melawan, Desak Publik Tolak Kudeta Militer Myanmar

Dusep Malik, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, meminta publik untuk bersama-sama menolak kudeta militer dan mendesak mereka untuk melakukan protes. Hal ini disampaikan lewat pernyataan yang dikeluarkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

"Tindakan militer adalah tindakan untuk mengembalikan negara di bawah kediktatoran. Saya mendesak orang-orang untuk tidak menerima ini, untuk menanggapi dan dengan sepenuh hati memprotes kudeta oleh militer," kata NLD dalam pernyataan yang mengutip nama Aung San Suu Kyi.

Pernyataan yang dirilis di halaman Facebook resmi Suu Kyi, mengatakan tindakan militer itu tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan konstitusi dan keinginan rakyat.

Dilansir dari Channel News Asia, pada Senin 1 Februari 2021, belum diketahui siapa yang mengunggah pernyataan tersebut lantaran anggota NLD hingga kini tidak menjawab panggilan telepon dari pers setempat.

Sebelumnya, televisi militer Myanmar mengumumkan militer akan mengambil kendali negara selama satu tahun. Menurut pemberitaan, pengambilalihan tersebut mengutip bagian dari konstitusi yang dirancang militer, yang memungkinkan militer untuk mengambil kendali pada saat darurat nasional.

Presenter TV tersebut menyebut alasan pengambilalihan karena kegagalan pemerintah untuk bertindak terhadap klaim militer yang menuding adanya kecurangan dalam pemilu November 2020 lalu dan kegagalan pemerintah menunda pemilu di tengah pandemi COVID-19.