Australia akan adukan China ke WTO terkait tarif biji jelai

·Bacaan 2 menit

Sydney (AFP) - Australia pada Rabu menyatakan bahwa mereka akan meminta Organisasi Perdagangan Dunia untuk menyelidiki sanksi tarif China atas impor biji jelai, langkah semakin meningkatkan ketegangan yang signifikan antara kedua negara.

Jelai atau barli adalah anggota suku padi-padian penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengumumkan keputusan tersebut, dan mengatakan bahwa biaya tambahan Beijing sebesar 80 persen untuk impor jelai dari Australia "kurang mendasar" dan "tidak didukung oleh fakta dan bukti", sambil menambahkan bahwa tindakan serupa dapat diambil di sektor lain.

Hubungan Australia-China berada pada titik terendah sejak penumpasan demonstran di Lapangan Tiananmen 1989, ketika Beijing memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk-produk Australia.

"Kami sangat yakin bahwa berdasarkan bukti, data dan analisis yang telah kami kumpulkan, Australia memiliki dasar yang sangat kuat," kata Birmingham.

Ekspor jelai Australia ke China bernilai sekitar US $ 1 miliar setahun sebelum kekeringan baru-baru ini, dan terutama digunakan sebagai bahan pembuatan bir.

Para ahli mengatakan Beijing telah mempertimbangkan untuk membatasi impor jelai Australia sejak 2018 di tengah kekhawatiran bahwa China - yang hanya memproduksi sekitar 20 persen dari jelai yang dibutuhkannya - terlalu bergantung pada impor.

Tetap pemberlakuan tarif itu terjadi dengan latar belakang perselisihan sengit antara Canberra dan Beijing yang telah memicu kekhawatiran bahwa tindakan tersebut juga bermotif politik.

Setiap perselisihan dianggap sebagai masalah teknis, tetapi banyak pihak di Canberra percaya bahwa sanksi tersebut adalah pembalasan bagi Australia yang melawan pengaruh China di dalam negeri dan di Asia-Pasifik.

Setidaknya 13 sektor Australia telah dikenakan tarif atau beberapa bentuk gangguan, termasuk jelai, daging sapi, batu bara, tembaga, kapas, lobster, gula, kayu, pariwisata, universitas, anggur, gandum, dan wol.

Australia sampai sekarang enggan untuk membawa perselisihan ke organisasi yang berbasis di Jenewa, khawatir penyelesaian bisa memakan waktu bertahun-tahun, membuat Australia jadi sasaran pembalasan dan memperburuk hubungan lebih lanjut.

Ketegangan dengan China mempertanyakan model ekonomi Australia yang berusia puluhan tahun - berdasarkan pada penyediaan bahan mentah yang memunculkan China sebagai kekuatan sangat besar dengan ekonomi modern.