Australia Bakal Donasikan Vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna ke Indonesia

·Bacaan 2 menit

, Victoria - Indonesia kembali mendapat donasi vaksin COVID-19 dari negara asing. Kali ini berasal dari Negeri Kanguru, Australia.

Pemerintah Australia menyatakan akan mendonasikan kelebihan vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna kawasan Indo-Pasifik serta negara lain yang sangat membutuhkan. Indonesia masuk dalam daftar tersebut.

Selama pandemi COVID-19 Australia sebenarnya telah menjalankan program donasi vaksin AstraZeneca ke negara lain, termasuk ke Indonesia.

Badan amal dan kemanusiaan terus mendorong pemerintah mendonasikan kelebihan vaksin untuk membantu negara lain yang sangat membutuhkan.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Australia Letnan Jenderal John Frewen menjelaskan kepada ABC Australia, yang dikutip Rabu (17/11/2021) bahwa saat ini ada kelebihan persediaan vaksin yang bisa didonasikan.

Sebelumnya, Australia hanya mengirim vaksin AstraZeneca ke negara lain, sementara vaksin Pfizer dan Moderna dijadikan sebagai vaksin utama di dalam negeri.

Tapi sekarang ada surplus atau dosis berlebih vaksin mRNA di Australia, dan setelah 80 persen lebih populasi mendapat dosis ganda, pemerintah yakin bisa mulai mengirim Pfizer ke negara lain sambil tetap memastikan semua warganya mendapat suntikan.

Pemerintah juga ingin menghindari skandal yang terjadi di Inggris minggu ini, ketika 600.000 dosis vaksin menjadi kedaluwarsa dan terpaksa dimusnahkan begitu saja.

"Kita pernah punya kesempatan yang baik dengan [mendonasikan] vaksin AstraZeneca, dan kami pikir kita akan punya peluang yang baik pula dengan vaksin mRNA lainnya," kata Letjen Frewen. "Kami bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan selama beberapa bulan ini dalam pengiriman surplus vaksin AstraZeneca ke kawasan Indo-Pasifik," jelasnya.

"Kami sedang menjajaki pengiriman vaksin mRNA berlebih melalui jalur yang sama untuk membantu negara sahabat dan mitra kita," tambahnya.

Letjen Frewen mengatakan sebanyak 7,2 juta dosis AstraZeneca telah disumbangkan ke negara lain. Hampir separuhnya, yaitu sebanyak 3,5 juta dosis ke Indonesia dan 1 juta lainnya ke Fiji.

Australia diketahui akan menyumbangkan 20 juta vaksin COVID-19 pada pertengahan 2022 dan secara bertahap akan ditingkatkan hingga 40 juta dosis pada awal 2023.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pandemi COVID-19 yang Menghancurkan

Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Vietnam, telah mengalami wabah COVID yang menghancurkan, meskipun ketiga negara tersebut berhasil mengurangi jumlah kasus secara radikal dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, baru 1,7 persen dari 9 juta penduduk Papua Nugini yang telah divaksinasi lengkap. Layanan rumah sakit negara itu kini sedang kewalahan untuk mengatasi lonjakan kasus.

Bulan lalu, pemerintah Australia dikecam oleh pihak oposisi dan badan amal, karena tidak memperbarui kontrak dengan perusahaan biotek CSL untuk memproduksi vaksin AstraZeneca di Melbourne.

Penghentian kontrak pembuatan vaksin AstraZeneca ini dinilai tidak masuk akal karena pandemi COVID-19 masih terus berlangsung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel