Australia Bersiap Hadapi Lebih Banyak Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Australia - Para pejabat Australia memperingatkan masyarakat negara-negara bagian yang terimbas kebakaran hutan untuk memperkuat pertahanan api semak belukar ketika suhu akan meningkat dan angin kencang akan kembali.

Suhu yang meningkat dan angina kencang itu tentu akan mengancam penyalaan kembali kobaran api dan memulai kebakaran baru.

Dilansir Channel News Asia, Selasa (28/1/2020), sejak September 2019, Australia telah memerangi kebakaran hutan yang telah menewaskan 33 orang dan sekitar 1 miliar hewan. Sementara 2.500 rumah dan wilayah seluas negara Yunani juga telah dihancurkan.

Petugas pemadam kebakaran telah menggunakan cuaca dingin dan lembab selama beberapa hari di sebagian besar benua untuk mencoba mengendalikan lebih dari 100 kobaran api yang masih menyala sebelum cuaca berubah.

"Cuaca hangat, kering, dan berangin diperkirakan terjadi hari ini. Ada bahaya kebakaran yang sangat tinggi terutama di bagian tengah dan tenggara negara bagian itu," kata Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales (NSW) Rural Fire Service (RFS) di Twitter.

"Kondisi yang memburuk diperkirakan terjadi akhir minggu jadi bersiaplah sekarang," imbuhnya.

Persiapan Penduduk

Humane Society International Crisis Response Specialist Kelly Donithan (kanan) membawa koala yang terluka di Pulau Kanguru, Australia, 15 Januari 2020. (PETER PARKS/AFP)

RFS mengatakan warga harus menyimpan properti mereka dari bahan yang mudah terbakar, sementara genteng yang rusak juga harus diperbaiki untuk melindungi rumah dari bara api di udara.

Ketika NSW sedang bersiap-siap menghadapi kebakaran hutan lagi, penduduk di ibu kota Australia, Canberra, hari ini berjuang untuk asap tebal dan berbahaya yang menutupi kota.

Petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menahan api di Taman Nasional Namadgi dekat ibukota.

Pihak berwenang khawatir api akan menyebar karena suhu diatur ke atas 35 Derajat Celcius.

Bersiap Dievakuasi

Sekitar 53.000 hektar hutan terbakar akibat bencana kebakaran di kota Waroona, Australia Barat, Kamis (7/1/2016). Dalam 24 jam setidaknya bencana tersebut telah menghancurkan sepertiga kota. (AFP PHOTO/DEPARTMENT OF FIRE AND EMERGENCY SERVICE)

Personel pertahanan dan layanan darurat mendesak warga untuk siap dievakuasi.

Pemadam kebakaran NSW telah menangani 54 kebakaran. Hanya satu kobaran api yang berada pada level peringatan “Watch and Act”, yang berarti tidak ada bahaya langsung. Sisanya berada di tingkat peringatan yang lebih rendah.

Di negara bagian Victoria, ada 35 nyala api yang aktif, namun tidak ada yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap harta benda.

Pola cuaca bertekanan tinggi akan bergerak melintasi pantai timur Australia akhir pekan ini, dan membawa suhu yang tinggi selama akhir pekan.

Para peneliti dari University of Sydney, merilis sebuah laporan yang menemukan akan ada tiga hari paparan asap api tingkat rendah yang meningkatkan ancaman serangan jantung dan orang berusia di atas 65 tahun akan terkena risiko lebih tinggi.

 

 

Reporter: Deslita Krissanta Sibuea

Saksikan video pilihan di bawah ini: