Australia Dikejutkan Pembantaian Domba di Pakistan

Sydney (AFP/ANTARA) - Para peternak Australia menentang setiap larangan perdagangan ekspor setelah Menteri Pertanian Joe Ludwig menyatakan keprihatinannya terhadap pembantaian brutal 21.000 domba oleh pemerintah Pakistan.


Domba Australia dikirim ke Karachi setelah ditolak oleh Bahrain, dengan para pejabat ternak Pakistan memerintahkan pemusnahan domba Australia atas kekhawatiran terjangkit penyakit.


Tayangan video pembantaian itu disiarkan oleh program Four Corners di ABC pada Senin, menampilkan gambar seorang pria menggergaji leher seekor domba sebelum membuangnya ke parit bersimbah darah.


Domba-domba lainnya dibuldoser ke dalam lubang setelah dibunuh, namun beberapa ekor terlihat masih bernapas keesokan paginya, memicu kecaman atas tindakan terhadap mereka.


“Itu mengerikan,” kata Ludwig. “Tidak ada seorangpun yang memperkirakan itu, ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.”


“Ini adalah sebuah masalah yang departemen (pertanian), sebagai regulator, saat ini akan menyelidiki secara terpisah, dan tentu saja saya tidak sabar untuk melihat laporan seperti apa yang akan diberikan dan kemudian bagaimana kami dapat menghindarinya.”


Departemen pertanian membantah bahwa domba tersebut tidak sehat dan mengatakan bahwa tidak perlu dilakukan pemusnahan.


“Kami tidak tahu alasan di balik keputusan otoritas Pakistan menolak domba-domba tersebut di Pakistan atau pilihan metode yang mereka gunakan,” kata kementerian pertanian.


National Farmers' Federation mengatakan kemajuan signifikan sudah dibuat dalam peraturan pasar ekspor ternak Australia dan "tindakan nyata" sudah dilakukan untuk secara sementara menangguhkan ekspor domba ke Pakistan dan Bahrain.


Asosiasi peternak itu menekankan kalau Australia mempimpin dalam bidang anti-kekejaman kepada binatang ternak ekspor dan memperingatkan kalau melarang perdagangan akan mengancaman hal itu.


"Australia adalah satu-satunya negara, dibandingkan lebih dari 100 negara di dunia yang mengekspor ternak, yang secara aktif di pasar luar negeri mencoba memperbaiki perlakuan terhadap binatang," ujar mereka dalam pernyataan resmi.


"Jika Australia ingin menghentikan ekspor ternak, standar perlakukan binatang global akan menurun drastis."


Australia sempat menangguhkan ekspor ternak ke Indonesia selama sebulan tahun lalu setelah tayangan televisi menunjukkan kekejaman di rumah pemotongan hewan, dan kembali mengizinkan perdagangan di bawah sistem lisensi yang ketat. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.